kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Soal Opsi Impor 500.000 Ton Beras Tahun Ini, Bapanas: Masih Diperhitungkan


Jumat, 17 Maret 2023 / 13:36 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo (tengah) dan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso saat memantau kebutuhan pokok di Pasar Kramat Jati, Jakarta,Jumat (17/3).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo menanggapi pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan soal opsi impor 500.000 ton beras pada tahun ini. 

Arief menegaskan hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait impor beras. Ia menjelaskan keputusan impor masih menggungu hasil perhitungan oleh kementerian dan lembaga (k/l) terkait usai panen raya. 

"Tentu perhitunganya melibatkan saudara kita Kementerian Pertanian, BPS, kita hitung sama-sama, karena selalu ada koreksi," kata Arief saat dijumpai di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/3).

Baca Juga: Stok Cadangan Beras Pemerintah hanya 380 Ribu Ton, Stok Ramadan Aman?

Ia menjelaskan bahwa pemerintah perlu menghitungkan kembali terkait hasil panen yang ada, apakah ada penurunan produksi dan apakah hasil panen mencukupi. Beberapa hal itu yang akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam memutuskan impor. 

Setelah itu, pemerintah akan melakukan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dan hasil kesepakatanya akan dilaporkan langsung kepada presiden.  

"Jadi sampai hari ini belum ada untuk keputusan impor," ungkap Arief. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso bilang, impor hanya untuk antisipasi jika ada kekurangan stok beras san stabilisasi harga. 

"Bukan berarti kita hobi impor, ini hanya antisipasi saja. Kita lihat dulu perkembanganya," tutur Buwas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×