kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Bulog Baru Serap Beras 18.000 Ton Beras Petani


Kamis, 16 Maret 2023 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Bulog baru serap 18.000 ton beras petani


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mengaku baru menyerap 18.000 ton beras petani. Angka ini masih jauh lebih rendah dari target yang ditentukan yaitu 2,4 juta ton serapan.

Direktur Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan alasan masih rendahnya angka serapan lantaran belum sepenuhnya wilayah produksi padi mulai panen.

"Memang jauh banget (dari target). Tapi saya bilang, bukan saya tidak mau menyerap tapi karena sekarang produktifitasnya terbatas," kata Buwas saat dijumpai di Transmart Cempaka Putih, Rabu (15/3).

Selain itu, beras yang ada saat ini juga banyak diambil oleh kepentingan-kepentingan konsumen seperti di penggilingan, rumah tangga hingga swasta.

Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Impor Beras 500.000 Ton untuk Amankan Stok

Sementara, Bulog tidak dapat menyerap maksimal jika stoknya terbatas. Sebab menurut Buwas Bulog sifatnya buffer stock atau pengamanan beras.

"Kalau lebih ya kami ambil, kalau kurang kami jadikan masalah di lapangan dong, datanya kurang," urai Buwas.

Diketahui, Target penyerapan beras pada saat panen raya yang harus dilakukan Perum Bulog tahun 2023 ini bertambah menjadi 2,4 juta ton. Sebelumnya, tahun lalu hanya ditugaskan menyerap 1,2 juta ton beras.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA)  Arief Prasetyo Adi mengatakan penyerapan Bulog tersebut nantinya akan termasuk dalam cadangan beras guna menjaga stabilisasi harga beras di pasaran.

"Tahun ini Bulog ditugaskan menyerap bukan 1,2 juta ton beras lagi, tetapi 2,4 juta ton beras. Termasuk sejumlah 1,2 juta ton beras untuk menjaga stabilisasi harga pasar," kata Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×