kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Soal absensi, Marzuki Alie membela Ibas


Kamis, 14 Februari 2013 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. Kontan - KOMINFO Kilas Kementerian Online


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Edy Can



JAKARTA. Wakil Ketua DPR Marzuki Alie membela tingkah anggota DPR Edhie Baskoro Yudhoyono yang biasa disapa Ibas yang membubuhkan tanda tangan namun tidak mengikuti rapat paripurna DPR. Marzuki mengatakan, posisi anggota DPR tidak sama dengan pegawai kantoran pada umumnya.

Menurutnya, anggota DPR harus bertemu dengan konstituen. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengatakan, sepanjang Ibas meninggalkan DPR dengan izin maka tidak perlu dipermasalahkan. "Jadi bedalah anggota DPR," tegasnya, Kamis (14/2).

Marzuki menyatakan, Ibas melakukan absen digital. Lalu, politisi Demokrat ini izin keluar. Namun, menurut Marzuki, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini lupa absensi secara manual.

Persoalan absen anggota dewan memang selalu menjadi masalah klasik yang tak kunjung rampung. Selama ini sebanyak 560 anggota DPR memang tak pernah hadir seluruhnya dalam sidang paripurna.

Bahkan untuk menertibkannya, Badan Kehormatan (BK) DPR sampai menerapkan sistem absen menggunakan sidik jari. Namun hingga kini sistem baru tersebut tetap tak bisa menertibkan seluruh anggota dewan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×