kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Sistem RPBBI Online Masih Temui Kendala


Rabu, 04 Agustus 2010 / 12:57 WIB
Sistem RPBBI Online Masih Temui Kendala


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Edy Can

JAKARTA. Sistem informasi Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) Primer hasil hutan kayu (e-RPBBI) belum berjalan optimal kendati sudah berjalan selama dua tahun lalu. Berbagai kendala masih dijumpai dalam penerapan sistem ini, diantaranya masih kurangnya komitmen, disiplin, dan pemahaman antara pelaku usaha, gangguan aplikasi dan kesalahan pemasukan data.

e-RPBBI merupakan aplikasi online pemasukan data bahan baku industri kayu dari sumber yang sah sesuai kapasitas izin industri dan untuk jangka waktu satu tahun. Sistem memberikan informasi terkait kebutuhan bahan baku, pasokan dan ketersediaannya.

e-RPBBI ini juga menjadi unsur yang harus dipenuhi pelaku industri kayu agar lolos sistem verifikasi legalitas kayu. Dengan lolos verifikasi maka perusahaan kayu tersebut dapat mengekspor kayu khususnya Eropa. Pasalnya, Eropa termasuk ketat dalam menyeleksi kayu yang masuk ke negaranya.

Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan (BPPH) Bambang Sukmananto mengungkapkan akibatnya belum semua perusahaan kayu primer yang mengadaptasi sistem ini. Sampai sekarang, Bambang mengungkapkan baru ada 215 dari 300-an perusahaan yang memakai sistem ini. "Memang jumlah terus meningkat dari 180 menjadi 215," katanya dalam Sosialisasi Kebijakan Departemen Kehutanan, Rabu, (4/8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×