kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Sindiran halus Jokowi untuk PKL Kota Tua...


Rabu, 11 September 2013 / 13:58 WIB
Bagong Suyanto, guru besar FISIP Universitas Airlangga Surabaya


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyindir pedagang Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, sebagai pedagang "kreatif". Ada saja celah yang dimanfaatkan para pedagang untuk berlaku semaunya sendiri.

Jokowi mengatakan, dari awal penataan kawasan wisata sejarah kota Jakarta itu, ia telah menginstruksikan wali kota dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan mendata jumlah pedagang. Hasilnya, ada 260 pedagang.

"Saya bilang 'kreatif', diberi fasilitas enak malah jadi beranak-pinak. Apa itu kalau bukan 'kreatif'?" ujarnya di Balaikota Jakarta, Rabu (11/9/2013) siang.

Jokowi mengatakan, laporan dari wali kota dan Dinas KUKMP sebanyak 260 pedagang yang didata adalah pedagang makanan yang telah memiliki gerobak atau peralatannya sendiri. Jokowi menduga, protes datang dari pedagang asongan.

Menanggapi tuntuan para pedagang yang berunjuk rasa di Balaikota pagi ini, Jokowi akan berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Barat dan Dinas KUKMP untuk memastikan ketersediaan lapak yang masih kosong. Jokowi memastikan bahwa lapak yang kosong itu tidak akan diberikan kepada pedagang asongan. Meski demikian, Jokowi meminta agar pedagang-pedagang itu tetap diberi tempat untuk berjualan.

"Itu urusannya wali kota dan dinas. Saya hanya minta mereka diberi tempat, gitu aja," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan pedagang di sekitar Museum Fatahillah berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta. Mereka memprotes penataan kawasan yang tidak mengakomodasi pedagang lama. Pedagang mengklaim ada 700-an pedagang lama di kawasan itu. Namun, setelah ada penataan pedagang, hanya 200 pedagang yang diberi kesempatan berdagang di tempat yang disediakan. (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×