kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Sidney Jones: Kematian Osama akan mengembalikan serangan teror ke orang asing


Rabu, 04 Mei 2011 / 20:19 WIB
ILUSTRASI. Tik Tok logos are seen on smartphones in front of a displayed ByteDance logo in this illustration taken November 27, 2019. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Tewasnya pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden bukanlah kemenangan atas terorisme. Terorisme masih akan membayangi dunia, bahkan bentuknya akan kembali seperti dua tahun lalu.
Sidney Jones, peneliti dari International Crisis Group, menyatakan terbunuhnya Osama di tangan Amerika Serikat akan menyulut kemarahan para teroris dalam jaringan Al-Qaeda, termasuk yang beroperasi di Asia Tenggara. Akibatnya, mereka akan menargetkan sasaran teror kembali ke orang asing, khususnya orang Amerika.

"Dua tahun terakhir, terorisme lebih bergerak di tingkat lokal dan kecil-kecil, sekarang saya khawatir kejadian ini akan mengembalikan keadaan kembali seperti semula," tuturnya.

Setelah Osama tak ada, ia menegaskan jaringan Al-Qaeda tak akan hilang. Penerus Osama kemungkinan adalah pria Mesir yang menjadi tangan kanan dan penasihatnya, Ayman al-Zawahiri. Namun, Sidney mengingatkan, siapa pun penerus Osama tak ada bedanya karena jaringan terorisme ini sudah menyebar di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×