kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Shalat Id Perdana Sebagai Menkeu, Purbaya Mengaku Susah Tidur Sejak di Pemerintahan


Sabtu, 21 Maret 2026 / 10:22 WIB
Shalat Id Perdana Sebagai Menkeu, Purbaya Mengaku Susah Tidur Sejak di Pemerintahan
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (DOK/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mengalami perubahan ritme kerja sejak menjabat sebagai bendahara negara, termasuk sulit tidur. Hal ini diungkapkannya setelah menjalani momen shalat Idulfitri pertamanya sebagai Menkeu.

Purbaya melaksanakan shalat Idulfitri di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sabtu (21/3/2026). Ia mengaku tanggung jawab baru sebagai pejabat pemerintah membuat banyak pikiran  bahkan di waktu istirahat.

“Lebih berat dari biasanya. Kalau malam santai saja masih mikir, kadang-kadang susah tidur. Tapi lumayan lah, lebih senang. Bonus lebih banyak,” ujar Purbaya kepada awak media usai Shalat Id, Sabtu (21/3/2026).

Meski demikian, ia menilai beban kerja tersebut sebanding dengan kepuasan dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.

Baca Juga: Purbaya Shalat Id di DJP, Ungkap Terima Banyak Keluhan Pelaku Usaha Marketplace

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menilai daya beli masyarakat Ramadan dan Lebaran tahun ini masih berada pada jalur positif dan berdampak baik ke ekonomi Indonesia.

“Kalau angka-angka terakhir, pertumbuhan kami perkirakan 5,6% sampai 5,7% secara kasar. Itu sudah lumayan bagus,” jelasnya.

Menurut Purbaya, kondisi global yang bergejolak sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian domestik karena telah diantisipasi oleh pemerintah.

“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah. Jadi kita menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dalam keadaan sekarang,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×