kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Purbaya Shalat Id di DJP, Ungkap Terima Banyak Keluhan Pelaku Usaha Marketplace


Sabtu, 21 Maret 2026 / 09:42 WIB
Purbaya Shalat Id di DJP, Ungkap Terima Banyak Keluhan Pelaku Usaha Marketplace
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (DOK/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaksanakan sholat Idul Fitri di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).

Usai Shalat Id, Purbaya mengungkapkan, dirinya menerima berbagai keluhan masyarakat saat melakukan siaran langsung di TikTok pada Malam Takbiran, Jumat (20/3/2026).

Salah satu isu yang banyak disampaikan publik berkaitan dengan dominasi platform marketplace oleh pihak asing.

“Banyak keluhan-keluhan, terutama soal marketplace yang katanya dikuasai luar semua yaa. Saya sedang memikirkan bagaimana cara mengembalikan marketplace kita,” ujar Purbaya kepada awak media saat ditemui usai Sholat Id, Sabtu (21/3/2026).

Baca Juga: Prabowo Gelar Halalbihalal dan Bagikan Paket Sembako di Aceh

Ia menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama di tengah momentum digitalisasi ekonomi yang seharusnya memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam negeri. Menurutnya, jika tidak dikelola dengan baik, digitalisasi justru berpotensi membuka akses bebas produk luar masuk ke pasar dalam negeri.

Purbaya juga menyinggung sejumlah platform digital yang dinilai memiliki keterkaitan dengan kepemilikan asing. Ia mencontohkan Tokopedia serta kehadiran TikTok yang terus memperluas bisnisnya di Indonesia.

“Bisa dibilang, digitalisasi malah seperti memberikan pasar ke China langsung," katanya.

Purbaya menambahkan, dirinya sedang memikirkan langkah-langkah strategis untuk memastikan ekosistem digital nasional tetap memberikan ruang yang adil bagi pelaku usaha lokal.

"Saya lagi mikirin, ada gak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi Cina. Bahkan di pasar domestik ini, di marketplacenya itu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×