kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Setoran dividen BUMN turun, Kemenkeu jaga defisit


Kamis, 10 April 2014 / 19:56 WIB
ILUSTRASI. Platform kecantikan Raena


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pendapatan negara yang berasal dari penerimaan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipastikan tidak akan mencapai target. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengaku bakal menjaga kesehatan perekonomian dengan menjaga defisit anggaran.

Meskipun penerimaan bakal menurun lebih jauh lagi, Kemkeu mengaku akan melihat keseluruhan anggaran secara keseluruhan. Direktur Jenderal Anggaran Askolani menjelaskan Kemkeu akan melakukan kombinasi kebijakan.

Penerimaan dan pengeluaran negara akan dipadupadankan untuk bisa mengendalikan defisit dalam batas aman. Entah itu pagu belanja yang akan dikurangkan ataupun target penerimaan yang diturunkan. "Pokoknya defisit akan kita jaga," tandas Askolani.

Padu padan inilah yang akan dilakukan Kemkeu dalam pengajuan Aggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 Mei mendatang. Sebagai informasi, dalam APBN 2014, pendapatan dari laba BUMN ditargetkan sebesar Rp 40 triliun.

Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin menegaskan setoran dividen yang mampu diberikan 141 perusahaan pelat merah mentok pada kisaran Rp 37,5 triliun-Rp 38,5 triliun tahun ini. Alhasil terjadi potensi penurunan penerimaan sekitar Rp 3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×