kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Setoran dividen BUMN turun, Kemenkeu jaga defisit


Kamis, 10 April 2014 / 19:56 WIB
ILUSTRASI. Platform kecantikan Raena


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pendapatan negara yang berasal dari penerimaan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipastikan tidak akan mencapai target. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengaku bakal menjaga kesehatan perekonomian dengan menjaga defisit anggaran.

Meskipun penerimaan bakal menurun lebih jauh lagi, Kemkeu mengaku akan melihat keseluruhan anggaran secara keseluruhan. Direktur Jenderal Anggaran Askolani menjelaskan Kemkeu akan melakukan kombinasi kebijakan.

Penerimaan dan pengeluaran negara akan dipadupadankan untuk bisa mengendalikan defisit dalam batas aman. Entah itu pagu belanja yang akan dikurangkan ataupun target penerimaan yang diturunkan. "Pokoknya defisit akan kita jaga," tandas Askolani.

Padu padan inilah yang akan dilakukan Kemkeu dalam pengajuan Aggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 Mei mendatang. Sebagai informasi, dalam APBN 2014, pendapatan dari laba BUMN ditargetkan sebesar Rp 40 triliun.

Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin menegaskan setoran dividen yang mampu diberikan 141 perusahaan pelat merah mentok pada kisaran Rp 37,5 triliun-Rp 38,5 triliun tahun ini. Alhasil terjadi potensi penurunan penerimaan sekitar Rp 3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×