kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Setahun Dikelola Danantara, Cermati Kinerja dan Laba Sejumlah BUMN


Kamis, 02 Juli 2026 / 19:25 WIB
Setahun Dikelola Danantara, Cermati Kinerja dan Laba Sejumlah BUMN
ILUSTRASI. Logo Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setahun sejak Danantara Indonesia mengambil peran sebagai pengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sejumlah perusahaan pelat merah diklaim mencatat perbaikan kinerja keuangan. 

Tak hanya membukukan kenaikan laba, beberapa BUMN yang sebelumnya merugi juga berhasil berbalik mencetak keuntungan.

CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan BUMN tidak hanya dituntut menghasilkan laba, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

"Perbankan tidak hanya mengejar laba, tetapi kehadirannya juga harus dirasakan masyarakat melalui akses pembiayaan bagi seluruh lapisan, mulai dari UMKM hingga korporasi," ujar Rosan dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

Rosan mengungkapkan kapitalisasi pasar gabungan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kini mencapai sekitar Rp 1.100 triliun atau setara sekitar 10% dari total kapitalisasi pasar seluruh perusahaan di Indonesia. 

Menurutnya, posisi tersebut menunjukkan peran strategis BUMN, khususnya sektor perbankan, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari laporan keuangan sejumlah BUMN sepanjang April 2025 hingga April 2026. 

PT Pupuk Indonesia meningkatkan laba konsolidasi dari Rp 1,59 triliun menjadi Rp 4,82 triliun. 

Sementara PT Pertamina (Persero) mencatat kenaikan laba dari Rp 13,9 triliun menjadi Rp 24,97 triliun. Tren positif serupa juga terjadi di sektor perbankan, logistik, dan manufaktur.

Selain pertumbuhan laba, sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami tekanan keuangan berhasil membalikkan kinerja. PT Krakatau Steel beralih dari rugi Rp 981 miliar menjadi laba Rp 635 miliar, seiring penurunan utang dari sekitar US$ 1,7 miliar menjadi US$ 1,1 miliar.

PT Danareksa juga berubah dari rugi Rp72 miliar menjadi laba Rp43 miliar. 

Baca Juga: Danantara Alihkan Saham Emiten BUMN ke BP BUMN, Simak Rekomendasinya

Perbaikan serupa terjadi pada PT Kimia Farma yang membukukan laba Rp 108 miliar setelah sebelumnya merugi Rp 160 miliar, PT Len Industri yang berbalik dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar, serta PT Semen Indonesia yang mencatat kenaikan dari rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.

COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menilai kinerja positif tersebut perlu menjadi fondasi untuk memperkuat perekonomian nasional melalui peningkatan pembiayaan ke sektor-sektor produktif, seperti manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, dan UMKM. 

Menurutnya, penguatan tata kelola dan manajemen risiko tetap menjadi syarat utama agar transformasi BUMN dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pandangan senada disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya. 

Ia menilai daya saing BUMN harus dibangun melalui peningkatan kualitas layanan, profesionalisme, dan tata kelola yang baik, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan global tanpa bergantung pada perlakuan khusus dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×