kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.008,41   -2,46   -0.24%
  • EMAS1.131.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sepekan Jelang Natal, Permintaan Komoditas Pangan Diprediksi Meningkat


Jumat, 08 Desember 2023 / 06:30 WIB
Sepekan Jelang Natal, Permintaan Komoditas Pangan Diprediksi Meningkat
ILUSTRASI. Pemerintah diminta mengantisipasi permintaan komoditas pangan yang meningkat sepekan menjelang Natal.. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah diminta mengantisipasi permintaan komoditas pangan yang meningkat sepekan menjelang Natal.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP Ikappi) Abdullah Mansuri memprediksi kenaikan harga pangan hingga 75% menjelang natal dan tahun baru.

Ikappi mencatat, per hari ini beberapa harga komoditas yang tinggi antara lain Cabai TW hingga Rp 120.000 per kilogram (Kg), cabai rawit merah Rp 100.000 – Rp 120.000 per Kg, ayam Rp 40.000 per Kg, Gula Rp 18.000 per Kg, bawang putih Rp 37.000 per Kg, dan bawang merah Rp 35.000 per Kg.

Beberapa komoditas yang tidak kunjung turun antara lain, daging, telur, sayur mayur dan tomat mengalami kenaikan yang biasanya Rp 15.000 sekarang Rp 20.000.

Baca Juga: Jelang Pemilu, Ikappi Minta Pemerintah Jaga Stok dan Distribusi Komoditas Pangan

Ikappi melihat bahwa belum ada kenaikan permintaan pada beberapa komoditas tersebut di minggu ini atau saat ini. akan tetapi, komoditas ini dipengaruhi oleh produksi yang minim, produksi yang kurang sehingga harga naik.

Ikappi mendorong agar pemerintah mempercepat, memperkuat produksi dan melakukan pendataan ulang tentang produksi sebelum permintaan tinggi natal dan tahun baru terjadi.

“Biasanya permintaan nataru itu terjadi satu minggu sampai tiga hari menjelang natal. Dan itu akan berakhir pasca tahun baru. Kami memohon pemerintah melakukan upaya sehingga di natal dan tahun baru ini beberapa komoditas tidak terlalu tinggi naiknya,” ujar Mansuri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/12).

Baca Juga: Mendag Beberkan Penyebab Harga Gula Masih Tinggi

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy mengatakan, tahun ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan anggaran dekonsentrasi di Badan Pangan Nasional. Anggaran tersebut disalurkan ke pemerintah daerah dan dapat digunakan untuk sejumlah hal. Diantaranya, gerakan pangan murah (GPM) untuk mendukung kegiatan stabilisasi pasokan dan harga, serta pengendalian inflasi di wilayahnya.

“Sebagai evaluasi pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi Badan Pangan Nasional tahun 2023  tercatat serapan anggaran kegiatan dekonsentrasi yang saya sampaikan tadi baru mencapai Rp 88,47 miliar (68,9%) dari total anggaran Rp 142 miliar yang kita alokasikan ke daerah sebagai anggaran dekonsentrasi,” jelas Sarwo dalam rapat koordinasi ketahanan pangan 2023, Kamis (7/12).

Sebab itu, Bapanas terus mendorong dinas pangan provinsi, dan kabupaten/kota untuk mempercepat realisasi penyerapan anggaran dekonsentrasi tersebut. Mengingat, tahun anggaran 2023 akan berakhir dalam waktu kurang lebih tiga pekan kedepan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

[X]
×