kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.393   49,00   0,28%
  • IDX 6.946   -154,75   -2,18%
  • KOMPAS100 934   -23,37   -2,44%
  • LQ45 669   -15,34   -2,24%
  • ISSI 249   -5,91   -2,31%
  • IDX30 373   -6,73   -1,77%
  • IDXHIDIV20 457   -8,26   -1,77%
  • IDX80 105   -2,50   -2,33%
  • IDXV30 134   -2,46   -1,81%
  • IDXQ30 119   -2,34   -1,93%

Selain restrukturisasi, Kemenkop dan UKM upayakan UMKM dapat bansos


Selasa, 23 Juni 2020 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam realisasi program restrukturisasi atau pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang pasar di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/6).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

Namun disayangkan Teten, anggaran KUR hingga saat ini masih kecil penyerapannya. Tercatat dana sisa yang belum diserap pelaku usaha sekitar Rp 129 triliun.

Salah satu penyebab pelaku usaha sulit mengakses KUR karena adanya ketentuan harus menggunakan agunan, padahal jumlah pinjaman hanya Rp 50 juta.

Baca Juga: Walau jumlah debitur sedikit, faktanya restrukturisasi didominasi kredit korporasi

"Sementara untuk pelaku usaha mikro banyak yang tidak memiliki agunan yang bisa dijadikan untuk memenuhi persyaratannya," ungkap Teten.

Teten berharap dengan adanya kelonggaran dan juga sudah efektifnya aktifitas usaha di sektor ekonomi, pelaku UMKM tetap bisa memenuhi standar protokoler kesehatan. Pasalnya, ancaman wabah Corona masih begitu tinggi, sehingga sangat rentan terjadi penularan ketika pelaku UMKM tidak memperhatikan standar kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×