kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45944,22   -1,36   -0.14%
  • EMAS999.000 1,52%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Sektor-Sektor Ekonomi yang Mendominasi Terhadap PDB Masih Berkinerja Lamban


Minggu, 07 Agustus 2022 / 18:42 WIB
Sektor-Sektor Ekonomi yang Mendominasi Terhadap PDB Masih Berkinerja Lamban
ILUSTRASI. Sejumlah truk yang membawa peti kemas melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (5/8/2022). Sektor-Sektor Ekonomi yang Mendominasi Terhadap PDB Masih Berkinerja Lamban


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai sektor ekonomi yang mendominasi produk domestik bruto (PDB) dan berkontribusi doble digit bagi pertumbuhan ekonomi nyatanya masih tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 yang sebesar 5,44% year on year (yoy).

Adapun sektor yang dimaksud adalah sektor industri, pertambangan, pertanian dan perdagangan.

Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto, menyayangkan lambannya pertumbuhan sektor-sektor tersebut. Padahal secara distribusi, pertumbuhan keempat sektor tersebut mendominasi PDB hingga 56,69%.

Dengan masih lambannya pertumbuhan sektor-sektor yang mendominasi PDB, hal tersebut menggambarkan masih adanya belenggu persoalan yang menjadi batu sandungan bagi pemulihan di masing-masing sektor.

Baca Juga: Sektor Manufaktur Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022

"Kita juga bisa melihat dari BPS kemarin, di mana sektor-sektor yang paling kontributif itu kinerjanya masih lambat," ujar Eko dalam Konferensi Pers Indef, Minggu (7/8).

Di sisi lain, Eko mengatakan, dengan kondisi demikian sesungguhnya masih ada ruang ke depan untuk bisa mendorong keempat sektor penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut agar mampu tumbuh lebih tinggi atau bahkan kembali ke jalur pertumbuhan rata-rata di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat daya tahan ekonomi dan ancaman resesi perekonomian global ke depan. "Harapannya nanti di kuartal III-2022 paling tidak sektor-sektor yang dominan ini bisa dipacu," kata Eko.

Eko juga mengingatkan kepada sektor industri dan sektor pertanian untuk lebih meningkatkan kembali kinerja agar dapat mendorong pencapaian pertumbuhan di kuartal III-2022, mengingat pada kuartal III-2022 tidak akan ada lagi momentum hari besar keagamaan seperti Lebaran 2022.

"Sektor industri mungkin saatnya dan juga pertanian untuk lebih mengegas sehingga realisasinya lebih bagus," tutur Eko.

Baca Juga: Ini Tantangan Berat Ekonomi Indonesia di Semester II 2022

Dalam rilis Indef yang diterima Kontan, terdapat pergeseran struktur ekonomi pasca pandemi yang terlihat dari kontribusi subsektor industri pengolahan semakin menurun, sementara kontribusi sektor pertambangan meningkat melebihi sektor perdagangan.

"Jika dibandingkan sebelum pandemi, sektor pertambangan di kuartal II-2022 memiliki capaian kontribusi terhadap ekonomi sebesar 13,1%, yang mana sudah melampaui sektor perdagangan sebesar 12,7%. Kecepatan pertumbuhan sektor pertambangan yang tinggi mendorong semakin cepatnya sektor pertambangan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian," tulis INDEF dalam rilis tersebut.

Dari sisi sektor industri, subsektor industri makanan dan minuman masih belum pulih secara optimal. Subsektor industri makanan dan minuman tumbuh 3,68% di kuartal II-2022 , kinerja ini masih rendah dibandingkan sebelum pandemi (2018-2019) di periode yang sama yaitu sebesar 8,3%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×