kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Sejumlah ekonom prediksi cadangan devisa Januari 2020 tumbuh menjadi US$ 130 miliar


Kamis, 06 Februari 2020 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Petugas Money Changer menghitung uang pecahan 100 USD di salah satu money changer di Jakarta, Senin (13/1).


Reporter: Umar Tusin | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Bank Central Asia (BCA), David Sumual memprediksi posisi cadangan devisa (cadev) pada bulan Januari 2020 bisa mencapai US$ 130 miliar, dari bulan Desember yang sebesar US$ 129,2 miliar.

“Peningkatan tersebut karena ada penerbitan obligasi global sebesar US$ 2 miliar dan 1 miliar dalam bentuk euro,” ujar David pada Kontan, Kamis (6/2).

Baca Juga: Rupiah menguat 0,40%, analis Monex: Didukung perkembangan vaksin virus corona

Selain itu, David melihat harga crude palm oil (CPO) sebelum adanya virus corona cukup baik. David melihat jika kasus virus corona berkepanjangan maka bisa berdampak pada cadev.

Sejalan dengan David, Ekonom Center of Reform on Economics, Piter Abdullah memprediksi posisi cadangan devisa pada bulan Januari 2020 mengalami peningkatan menjadi US$ 130 miliar – US$ 130,5 miliar.

Baca Juga: Ekonom bank Permata prediksi cadangan devisa Januari 2020 meningkat US$ 3 miliar

Peningkatan tersebut karena nilai tukar rupiah relatif stabil sehingga tidak ada ada kebutuhan yang memaksa Bank Indonesia (BI) menggunakan cadev untuk mengintervensi pasar.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×