Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto
Berdasarkan paparan Jeffers, titik-titik tersebut adalah Gaza Utara, Kota Gaza, Deir Al-Balah, Khan Yunis, dan Rafah.
Jeffers juga menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir, pihaknya telah menempatkan tim pakar militer AS di lapangan yang mempersiapkan infrastruktur untuk ISF.
Tim ini sudah beroperasi dari pusat operasi gabungan bersama yang akan menjadi markas besar bagi seluruh ISF.
Seturut rencana, ISF ditempatkan di lima sektor berbeda, dengan masing-masing sektor menerima satu brigade ISF.
Dalam jangka pendek, pihaknya berencana untuk mengerahkan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi.
"Tujuan jangka menengah adalah untuk terus memperluas, sektor demi sektor, semuanya menuju target jangka panjang kami yaitu 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF," jelas Jeffers.
Baca Juga: Laporan SPT Capai 3,2 Juta, Ini Cara & Contoh Lapor SPT Melalui Akun Coretax
Wakil Komandan ISF
Seiring dengan itu, Indonesia juga ditawari menjadi Wakil Komandan ISF. Jeffers mengungkapkan, Indonesia telah menerima tawaran itu.
"Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF," beber Jeffers.
Kendati demikian hingga kini, Mabes TNI belum menentukan sosok yang bakal menjadi Wakil Komandan ISF.
“Belum ditentukan. Mohon waktu ya,” kata Wakil Kepala Pusat Penerangan (Waka Puspen) TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Mengapa ANTM dan PTBA Mendadak Kembali Jadi Persero? Ini Kata Danantara
Sementara itu, Pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, berpendapat bahwa penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) merupakan pengakuan atas kapabilitas militer.
Menurut Fahmi, posisi Deputy Commander menunjukkan Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasukan lapangan yang menerima perintah, tetapi juga berada di level strategis yang turut merumuskan dan mengendalikan arah operasi ISF.
“Bagi Indonesia, ini mengukuhkan daya tawar kita sebagai middle-power global. Bagi Palestina, kehadiran jenderal TNI di pucuk pimpinan ISF adalah sebuah garansi,” tegas Fahmi.
Selanjutnya: Osasuna vs Real Madrid: Jadwal, Prediksi, Link Live Streaming La Liga Resmi
Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca BMKG Sepekan: Waspada Potensi Hujan Sangat Lebat di Awal Ramadhan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)