kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.199   149,00   0,83%
  • IDX 5.434   -160,46   -2,87%
  • KOMPAS100 717   -19,64   -2,67%
  • LQ45 542   -15,43   -2,77%
  • ISSI 188   -6,20   -3,19%
  • IDX30 307   -9,38   -2,97%
  • IDXHIDIV20 380   -11,94   -3,05%
  • IDX80 82   -2,17   -2,59%
  • IDXV30 105   -1,97   -1,85%
  • IDXQ30 99   -3,68   -3,60%

Sebagai langkah pencegahan, polisi tambah personil di Ambon


Senin, 12 September 2011 / 11:16 WIB
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah berpotensi melemah lagi pada perdagangan Jumat akhir pekan ini (13/11).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kepolisian Republik Indonesia (RI) terus menambah jumlah kekuatan personilnya di Ambon untuk menjaga stabilitas kondisi pasca bentrokan. Hingga saat ini, total personil yang telah dikirim mencapai 4 satuan setingkat kompi (SSK).

"Semuanya 4 SSK tadi pagi datang, pukul 04.00 wit, untuk menambah kekuatan di sana. Pasukan tersebut berasal dari Mabes Polri," kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Istana Merdeka, Senin (12/9).

Timur pun mengaku, jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah, tergantung dinamika situasi Ambon. Maksud penambahan jumlah personil tersebut antara lain upaya preventif atau pencegahan agar kerusuhan tidak meluas.

Dia menyebutkan, semua kendali pengamanan berada di pundak Kapolda Ambon. Perihal jumlah korban bentrokan, Timur mengaku masih butuh waktu mengetahui data terkini. Namun, berdasarkan informasi sebelumnya, korban mencapai lima orang.

Menurutnya, informasi yang terjadi di Ambon masih simpang siur. Makanya, Timur memilih penyampaian perihal kondisi Ambon lewat satu pintu. "Supaya tidak salah, nanti akan disampaikan secara resmi oleh Kadiv humas Mabes Polri, Anton Bahrul alam," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×