kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

SBY: OJK menjamin sistem keuangan lebih sehat


Senin, 02 Januari 2012 / 16:34 WIB
ILUSTRASI. Kapal tongkang pengangkut batubara. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.


Reporter: Yudho Winarto

JAKARTA. Munculnya Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK) masih menyisakan perdebatan. Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki pandangan sendiri mengenai munculnya UU yang diikuti kehadiran lembaga ini.

SBY melihat OJK bisa menjadi sarana untuk membuat sistem keuangan menjadi lebih baik. Lembaga baru yang bakal mengawasi dana ribuan triliun ini diyakini akan memastikan sistem tatanan dan keadaan keuangan betul-betul sehat. "Dalam arti tidak begitu saja menimbulkan kerawanan yang memicu krisis baru," katanya.

Oleh sebab itu, SBY meminta supaya semua pihak termasuk Bank Indonesia (BI) dan DPR terbuka menerima pandangan terkait pembentukan OJK ini. "BI dan DPR terbuka akan pikiran pandangan yang logis dan realistis dari rakyat termasuk dari mereka yang ahli dan menekuni bidang ini," ujarnya.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo memastikan OJK sudah berfungsi pada tahun 2012 nanti. "Kalau ada regulasi yang tidak selaras akan kami selaraskan," janjinya.

Sejauh ini, pemerintah tengah menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk panitia seleksi Dewan Komisioner OJK. Rencananya, pada Januari ini pansel sudah terbentuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×