kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

SBY minta Mitsubishi kembangkan mobil ramah lingkungan di Indonesia


Rabu, 02 Maret 2011 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Awan hitam berlahan bergerak diatas gedung bertingkat di kawasan Jakarta Pusat.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Mitsubishi Corporation mengembangkan mobil ramah lingkungan di Indonesia. Selain itu, SBY juga meminta perusahaan asal Jepang itu meningkatkan investasi di tanah air.

SBY mengatakan, Indonesia masih membutuhkan investasi sebesar US$ 200 miliar. Mitsubishi sendiri berjanji akan mengucurkan investasi sebesar US$ 18 miliar hingga US$ 20 miliar.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, Mitsubishi akan menyasar sektor otomotif. Menurutnya, perusahaan Negeri Sakura itu akan meningkatkan penjualan hingga 2 juta unit dalam jangka waktu empat sampai lima tahun mendatang.

Gira merujuk pada penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil Mitsubishi di Indonesia. Pada tahun 2010 KTB sukses melego kendaraan Mitsubishi hingga 106.483 unit atau naik 72% dibandingkan tahun sebelumnya 61.735 unit. Dengan penjualan tahun lalu berarti populasi kendaraan Mitsubishi yang dijual KTB telah mencapai sekitar 1,8 juta unit sejak 1970.

Atas permintaan SBY ini, Presiden Mitsubishi Ken Kobayashi menyatakan tidak menutup kemungkinan meningkatkan angka investasinya. "Kami sekarang tengah menelaah proyek tersebut dan di bidang mana kami bisa memberikan kontribusi dan kita akan bicarakan setelah kembali ke Tokyo," katanya.

Sebelumnya, Mitsubishi berkomitmen mengucurkan duit proyek investasi seperti proyek LNG Donggi-Senoro, pembangunan smelter di Weda bay Halmahera, MPA (Metropolitan Priority Area), dan peningkatan angka jual otomotif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×