kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

SBY kritik kerja KPK


Senin, 08 Oktober 2012 / 22:59 WIB
ILUSTRASI. COO Tokocrypto Teguh Kurniawan menempatkan 70% portofolio di aset kripto.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama mengerjakan tugas pemberantasan korupsi. Kritik Presiden itu terkait dengan koordinasi KPK dengan lembaga penegak hukum lainnya.

"Langkah KPK kurang tepat dan memilih membawa masalah ke arena publik, menurut saya kritik itu perlu didengarkan, ada kalanya kritik itu benar," tegasnya, Senin (8/10). SBY menjelaskan, di tengah realitas yang sulit dalam pemberantasan korupsi saat ini, peningkatan koordinasi antara lembaga penegak hukum sangat penting untuk dilakukan.

"Di satu sisi kami berharap pada KPK untuk menjadi motor KPK dalam pemeberantasan korupsi. Di sisi lain kami juga berharap pada Polri dan Kejaksaan," jelasnya.

Presiden pun berharap, KPK dan Polri segera memperbaharui nota kesepahaman (MoU). Melalui MoU itu, kedua penegak hukum itu bisa melakukan sinergi, supaya polemik tidak terulang kembali. "Saya mencatat banyak peristiwa lalu yang baik antara Polri dan KPK," jelasnya.

Prestasi sinergi dua penegak hukum ini salah satunya dengan mencari dan menemukan tersangka korupsi yang kabur ke luar negeri. "Semangat, energi dan kinerja seperti ini saya yakini dapat dijadikan modal bersinergi dengan KPJK untuk melaksanakan tugas memberantas korupsi," Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×