kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

SBY: Defisit anggaran harus dikonsultasikan ke presiden


Jumat, 24 Juni 2011 / 18:40 WIB
ILUSTRASI. Kian menguat, ini kurs dollar rupiah di Bank Mandiri, hari ini Rabu 16 September 2020. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pelaksana pemerintahan berhemat. Dia meminta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa diminimalisir.

Menurutnya, defisit anggaran wajar terjadi bila untuk menstimulasi pertumbuhan dan membiayai pembangunan. "Tapi kalau urgensinya tidak ada, defisit diambil dari pinjaman, apalagi pinjaman luar negeri itu bukan solusi ," ujarnya dalam pidato pengantar sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jumat (24/6).

Karenanya, SBY meminta penentuan defisit anggaran dikonsultasikan sampai tingkat presiden dan wakil presiden sebelum diputuskan. "Boleh para menteri mengusulkan tapi harus dibahas sampai tingkat presiden dengan dibantu wapres. sehingga saya bisa menjamin keamanan APBN kita 2012 sampai seterusnya," jelasnya.

SBY memaparkan, pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata disumbang oleh pengeluaran pemerintah, tapi juga perlu ada kontribusi dari sektor swasta, konsumi dalam negeri, dan peningkatan ekspor. "Jadi, kalau tidak aman melakukan ekspansi fiskal, jangan dilakukan," katanya. Sebab, kata Yudhoyono defisit APBN memiliki dampak yang sangat luas bagi perekonomian negara.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan perubahan asumsi defisit APBN 2011. Dia berjanji menjaga defisit anggaran dibawah 2% atau naik sedikit 1,8% dari produk domestik bruto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×