kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

SBY belum mau usut penyebab banjir badang Wasior


Jumat, 08 Oktober 2010 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. NILAI TUKAR RUPIAH


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mendengar informasi soal kerusakan hutan yang memicu banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Namun, Presiden SBY belum memerintahkan untuk mengusut informasi itu.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menduga banjir bandang yang terjadi Wasior akibat pembalakan hutan liar di wilayah hulu yaitu di Sorong Selatan. Selain itu, dia menduga pembukaan hutan untuk tujuan pemekaran wilayah turut menjadi pemicu banjir bandang itu.

Asal tahu saja, Kabupaten Teluk Wondama merupakan pecahan dari kota Manokwari, Ibukota provinsi Papua Barat. Teluk Wondama menjadi kabupaten mandiri pada 11 Desember 2002 lalu

Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden SBY belum memberikan instruksi kepada menteri kehutanan untuk mengetahui hal tersebut. "Kalau memang diperlukan pasti akan diiinstrusikan," ujar Julian.

Banjir badang di Wasior telah menyebabkan 91 orang tewas dan ratusan orang lainnya hilang. Hingga sekarang, Presiden SBY belum meninjau kawasan bencana tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×