kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

SBY belum akan meninjau bencana Wasior


Jumat, 08 Oktober 2010 / 14:33 WIB
ILUSTRASI. CGV Blitz


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum berencana meninjau musibah banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Hingga kini, Presiden hanya mengandalkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan hal tersebu berdasarkan rekomendasi Kepala BNPB Syamsul Maarif yang sudah berada di lokasi kejadian. Hingga saat ini, Presiden SBY masih terus menerima laporan dari BNPB dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono. "Laporan tetap masuk dari lokasi, dari BNPB, Menkokesra juga melaporkan perkembangannya," kata Julian, Jumat (8/10).

Mengenai usulan banjir bandang Wasior dijadikan bencana nasional, Julian mengaku belum bisa berkomentar soal itu.

Bencana yang telah menewaskan 91 orang ini telah mengundang simpati dari negara lainnya. Salah satunya dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton. Sekadar informasi saja, hingga Kamis (7/10) lalu, BNPB mencatat sebanyak 91 orang meninggal dunia, 68 orang-orang hilang dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×