kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

SBY belum akan meninjau bencana Wasior


Jumat, 08 Oktober 2010 / 14:33 WIB
SBY belum akan meninjau bencana Wasior
ILUSTRASI. CGV Blitz


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum berencana meninjau musibah banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Hingga kini, Presiden hanya mengandalkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan hal tersebu berdasarkan rekomendasi Kepala BNPB Syamsul Maarif yang sudah berada di lokasi kejadian. Hingga saat ini, Presiden SBY masih terus menerima laporan dari BNPB dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono. "Laporan tetap masuk dari lokasi, dari BNPB, Menkokesra juga melaporkan perkembangannya," kata Julian, Jumat (8/10).

Mengenai usulan banjir bandang Wasior dijadikan bencana nasional, Julian mengaku belum bisa berkomentar soal itu.

Bencana yang telah menewaskan 91 orang ini telah mengundang simpati dari negara lainnya. Salah satunya dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton. Sekadar informasi saja, hingga Kamis (7/10) lalu, BNPB mencatat sebanyak 91 orang meninggal dunia, 68 orang-orang hilang dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×