kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SBY belum akan meninjau bencana Wasior


Jumat, 08 Oktober 2010 / 14:33 WIB
ILUSTRASI. CGV Blitz


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum berencana meninjau musibah banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Hingga kini, Presiden hanya mengandalkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan hal tersebu berdasarkan rekomendasi Kepala BNPB Syamsul Maarif yang sudah berada di lokasi kejadian. Hingga saat ini, Presiden SBY masih terus menerima laporan dari BNPB dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono. "Laporan tetap masuk dari lokasi, dari BNPB, Menkokesra juga melaporkan perkembangannya," kata Julian, Jumat (8/10).

Mengenai usulan banjir bandang Wasior dijadikan bencana nasional, Julian mengaku belum bisa berkomentar soal itu.

Bencana yang telah menewaskan 91 orang ini telah mengundang simpati dari negara lainnya. Salah satunya dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton. Sekadar informasi saja, hingga Kamis (7/10) lalu, BNPB mencatat sebanyak 91 orang meninggal dunia, 68 orang-orang hilang dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×