kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.702   -37,00   -0,21%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

SBY akui sulit menjaga stabilisasi harga pangan


Kamis, 29 Agustus 2013 / 14:53 WIB
ILUSTRASI. Masa penawaran umum Gojek Tokopedia GoTo (GOTO) berakhir Kamis (7/4).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah mengakui harga pangan yang semakin liar sulit dijaga. Pasalnya, saat ini harga pangan di pasar internasional tidak stabil.

Berbeda dengan era sebelumnya di mana harga standar pangan internasional masih stabil. Karena itu perlu solusi yakni dengan meningkatkan kemampuan teknologi dan inovasi. 

"Mengenai harga pangan, saat ini proses stabilisasi harga pangan tidaklah semudah dulu ketika harga standar internasional masih stabil. Ini artinya, solusi apa yang diperlukan Indonesia untuk mengatasi keadaan ini," ujar SBY saat memberikan Sambutan pada puncak peringatan ke-18 Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (29/8).

Untuk mengatasi persoalan pangan yang semakin meroket, SBY menilai peran inovasi dan teknologi sangat dibutuhkan. Sebab, salah satu solusi dalam menghadapi harga pangan yang tidak stabil adalah dengan terus meningkatkan kecukupan dan produktivitas pangan nasional.

Caranya dengan meningkatkan produksi energi baru dan terbarukan, dan dukungan dari inovasi teknologi yang semakin canggih.

Selain meningkatkan kemajuan teknologi, SBY juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk berhemat dan efisien. Dengan demikian, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia saat ini tidak cepat habis akibat pemborosan.

Dengan memanfaatkan teknologi, mengatur gaya hidup dan mencari sumber-sumber baru energi maka masa depan bangsa Indonesia akan selamat. Maka di situ dibutuhkan peran teknologi. "Semua itu memerlukan intervensi dalam arti positif dari teknologi," tambah SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×