kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.009   46,00   0,26%
  • IDX 5.784   88,98   1,56%
  • KOMPAS100 751   15,79   2,15%
  • LQ45 569   12,23   2,20%
  • ISSI 200   1,84   0,93%
  • IDX30 322   6,70   2,12%
  • IDXHIDIV20 396   7,12   1,83%
  • IDX80 85   1,75   2,09%
  • IDXV30 108   1,45   1,36%
  • IDXQ30 104   1,70   1,66%

Satgas Covid-19 kembali tangani pengetesan Covid-19


Minggu, 25 Juli 2021 / 16:40 WIB
ILUSTRASI. Satgas Covid-19 kembali menangangi testing Covid-19.


Reporter: Ramadhan Sultan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan terus meningkatkan jumlah testing Covid-19 sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Targetnya, jika suatu daerah mencatatkan positivity rate di bawah 5%, maka rasio tes minimal 1/1.000 penduduk per minggu.

Saat ini, rasio testing di Indonesia masih rendah. Ketua Bidang Penangan Kesehatan Satgas Covid-19 Brigjen TNI (Purn) Dr. Alexander Ginting mengatakan, program pelacakan kontak yang dulu dikerjakan Satgas Covid-19, sejak Maret 2021 ditarik ke Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) dan ternyata tidak berjalan optimal. Itu sebabnya, hasil testing Covid-19 masih rendah.

Makanya, mulai bulan Juli 2021 ini akan dikembalikan ke Satgas Covid-19 untuk melakukan testing. "Tracing lapangan dikerjakan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) serta tracing dengan aplikasi silacak digital dikerjakan oleh Satgas Covid-19,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Minggu (25/7).

Baca Juga: Tanggapan Kemenkes soal ada 2.313 warga meninggal saat isolasi mandiri

Aplikasi silacak bertujuan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang terkonfirmasi Covid-19 sehingga memudahkan untuk menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga cepat pula memperoleh penanganannya.

Alexander menyebutkan, Satgas Covid-19 pernah melaksanakan program 3T yakni testing, tracing dan treatment sejak November 2020 sampai Maret 2021. Namun kemudian, dialihkan ke Kemenkes tetapi malah tidak terlaksana dengan baik.

“Kenapa tidak jalan, jawabannya ada di Kemenkes. Karena sewaktu ditangani testing oleh Satgas Covid-19, program ini memiliki 7.000 ribu tracer digital di Jawa, Bali, sebgaian Sumatera dan Kalimantan,” kata Alexander.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Baca Juga: Penjelasan Luhut Panjaitan soal kasus kematian pasien Covid-19 yang meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×