kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 0,00%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Sambut Lebaran dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan


Kamis, 13 Mei 2021 / 16:00 WIB
Sambut Lebaran dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan
ILUSTRASI. Sambut Lebaran dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan

Reporter: Adrianus Octaviano, Benedicta Prima, Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Pembatasan mudik Lebaran memang ditujukan untuk bisa mengurangi kasus positif Covid-19. Namun bukan berarti yang tidak mudik akan aman dari serangan virus itu.

Kegiatan saat libur Lebaran tetap bisa mengancam jika masyarakat tak menjaga protokol kesehatan. Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, ada beberapa aktivitas di momentum libur Lebaran berpotensi besar menularkan virus korona. Salah satunya adalah aktivitas belanja kebutuhan Lebaran di pasar.

Biasanya orang di saat libur lebaran berburu kebutuhan lebaran seperti daging, ketupat, sayur, dan sebagainya. Terkadang masyarakat tidak segan untuk berada di tempat yang penuh kerumunan demi mendapatkan bahan-bahan kebutuhan lebaran yang murah.

Alhasil, pemerintah perlu turun tangan untuk mengantisipasi hal seperti itu.

Baca Juga: Pesan Menag Yaqut Cholil Qoumas sambut peringatan kenaikan Isa Almasih

Operasi pasar perlu dilakukan. Pemerintah harus memastikan produk-produk kebutuhan lebaran yang murah dapat didistribusikan dengan baik ke berbagai tempat. Ini penting supaya masyarakat tidak datang ke satu tempat yang sama, ungkap dia, Senin (10/5).

Selain itu, aktivitas beribadah salat Idul Fitri juga berpotensi menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 jika tidak ada antisipasi yang baik. Idealnya, jika salat Ied berjamaah tetap ingin dilaksanakan, aktivitas tersebut baiknya dilakukan di tempat terbuka (outdoor) dan harus dengan sirkulasi udara yang aman.

Orang yang pergi salat ied di luar sebaiknya wudhu dari rumah, tidak keluyuran, tidak bergerombol, dan tidak usah salaman supaya terhindar dari virus, terang Dicky.

Selain itu, aktivitas halal bihalal dan open house juga rawan akan penyebaran virus korona. Sebaiknya, aktivitas tersebut tidak digelar secara langsung, melainkan cukup melalui sarana virtual.

Baca Juga: Jaga integritas, ASN Kemenkeu dilarang menerima parsel terkait perayaan Idul Fitri

Kalaupun halal bihalal tetap dilaksanakan, idealnya hanya melibatkan keluarga sendiri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tidak berlama-lama saat acara.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×