kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Saat perusahaan tersangkut masalah hukum, peran litigasi PR itu menjadi penting


Sabtu, 17 Juli 2021 / 00:16 WIB
ILUSTRASI. Palu persidangan. Saat perusahaan tersangkut masalah hukum, peran litigasi PR itu menjadi penting


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Litigasi Public Relations (PR )berperan penting dalam membantu sebuah perusahaan ketika tersangkut masalah hukum. Perannya menjadi sangat penting di era informasi yang begitu terbuka seperti sekarang. 

“Litigasi PR ini hadir karena saat ini semakin banyak orang yang mulai membawa setiap masalahnya ke ranah hukum serta mempublikasikannya ke media,” kata Widyaretna Buenastuti, director dan senior consultant di Inke Maris & Associates saat berbicara pada acara live Instagram @2n_prnavigation di Jakarta, Jumat (16/7).

Diskusi tersebut, dipandu oleh Firsan Nova yang menjadi co-founder dari 2N PR Navigation. Kegiatan tersebut digelar secara daring. 

Widyaretna mengatakan, ketika sudah ada media yang terlibat dalam masalah yang muncul maka hal itu tidak bisa hanya ditangani oleh bagian legal saja. "Tetapi PR juga harus berperan aktif untuk menjaga reputasi perusahaan," jelasnya.

Baca Juga: Persaingan Ketat Produk Konsumer, Ada Indomie, So Klin dan Mie Sedaap

Widyaretna menjelaskan litigasi PR ini sesungguhnya merupakan bentuk kolaborasi dari tiga cabang keilmuan, yakni hukum, komunikasi, dan advokasi.  "Untuk menjadi expert di bidang Litigasi PR ini maka seorang PR harus memahami tentang hukum, dunia media, dan juga tentang PR itu sendiri," katanya. 

Pada era di mana informasi berjalan sangat cepat melalui media sosial dan media massa, Widyaretna mengatakan, kolaborasi dari tiga cabang keilmuan itu menjadi berperan sangat penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan. 

"Percuma terbukti tidak bersalah secara legal, tetapi reputasinya malah tercoreng," ujarnya. 

Setiap ada permasalahan hukum yang dialami perusahaan, kata Widyaretna, maka hal itu harus bisa diminimalisasi dengan pengelolaan proses komunikasi. Hal ini diperlukan, kata dia, agar masalah hukum tersebut tidak berkembang menjadi risiko hukum yang lebih besar. 

Baca Juga: Pentingnya vaksinasi bagi anak sebelum sekolah tatap muka




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×