Reporter: Zendy Pradana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa pihaknya sudah siap untuk mulai membangun rusun subsidi di wilayah Depok, Jawa Barat.
Pembangunan rusun subsidi tersebut dilakukan secara cepat demi mendukung program 3 juta rumah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.
"Saya sudah koordinasi dengan Pangdam, dengan Kapolda, karena itu bagian dari Jakarta. Kita akan segera ke Depok. Ada 45 hektare," ujar Maruarar Sirait setelah melakukan groundbreaking di Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Ara menjelaskan bahwa untuk wilayah Depok sudah bisa mulai dikerjakan pembangunan rusun subsidinya.
Baca Juga: Prabowo Panggil Mantan Ajudan, Terungkap Kisah Haru di Baliknya
"Untuk 45 hektare, ya. Jadi bekerja dengan cepat. Jangan ada lagi kerja lambat-lambat," kata Ara.
Di sisi lain, Maruarar Sirait menyatakan bahwa Kementeriannya sepakat untuk memperpanjang masa cicilan rusun subsidi. Masa cicilan rumah subsidi dari pemerintah menjadi 30 tahun, yang sedianya hanya 20 tahun.
"Atas arahan Bapak Presiden dan Bapak Hasyim, bahwa kita harus pro-rakyat, kita naikkan bahwa cicilan bagi rakyat Indonesia adalah 30 tahun berlakunya, bukan 20 tahun lagi," ujar Maruarar Sirait.
Perpanjangan masa cicilan ini dilakukan agar rakyat tidak merasa terbebani ketika mengambil rumah subsidi.
Kemudian, Ara juga menuturkan bahwa dengan adanya perpanjangan tenor kredit, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah. Salah satu yang tengah disiapkan yakni menyediakan lahan dan skema pembiayaan yang melibatkan sejumlah pihak.
Adapun salah satu lahan yang diganyang pemerintah yakni di wilayah Meikarta, Cikarang. Semua aturannya tengah digodok dengan matang oleh pemerintah.
Baca Juga: Menteri PKP Bakal Bangun Rusun Subsidi 30 Hektare di Meikarta Bekasi
"Ada lahan negara, ada lahan Danatara, ada lahan swasta. Kemudian bisa pembiayaannya dari Danatara, bisa pembiayaannya nanti dari APBN, ada pembiayaannya juga dari swasta," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













