Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anjloknya nilai tukar rupiah hingga menembus ke level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera menyiapkan langkah antisipasi agar tekanan global tidak semakin memperburuk kondisi perekonomian nasional.
“Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut,” kata Puan saat menyampaikan keterangan media pasca agenda Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: DJP Bekukan 3.185 Rekening Penunggak Pajak di 11 Bank Besar
Lebih lanjut, Puan menjelaskan, DPR dalam masa sidang mendatang juga akan mulai membahas Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) sebagai bagian dari penyusunan APBN Tahun Anggaran 2027.
Pihaknya mempertimbangkan bahwa pembahasan tersebut dinilai penting untuk memastikan kesiapan fiskal negara dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.
Ia mengatakan pembahasan APBN 2027 harus memperhatikan berbagai potensi risiko ekonomi dunia, termasuk langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah bersama Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Pada sidang ke depan ini DPR juga akan masuk dalam pembahasan PPKF yaitu APBN 2027. Karena itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang,” ujarnya.
Baca Juga: Beban Fiskal Berat, APBN Berpotensi Kehabisan Ruang untuk Stimulus Ekonomi
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa situasi yang dihadapi saat ini bukan hanya persoalan Indonesia semata, melainkan berkaitan erat dengan kondisi global. Karena itu, menurutnya, seluruh kebijakan ekonomi harus disiapkan secara matang agar Indonesia tidak terdampak lebih dalam akibat gejolak internasional.
"Ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya nanti akan membuat Indonesia jadi terpuruk. Jadi harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













