Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Intervensi moneter yang dilakukan Bank Indonesia dinilai sudah berjalan cukup baik dan masif sesuai amanat undang-undang (UU). Langkah tersebut dilakukan melalui intervensi di pasar internasional non-deliverable forward (NDF), pasar domestik, serta pasar surat utang dan valas, termasuk melalui koordinasi kebijakan dengan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dalam setiap tekanan terhadap rupiah, Bank Indonesia juga aktif memberikan komunikasi kepada pasar bahwa pelemahan nilai tukar bukan disebabkan oleh fundamental domestik yang lemah. Sejumlah indikator seperti cadangan devisa, neraca perdagangan, hingga aktivitas manufaktur masih menunjukkan kondisi yang solid, dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tetap berada di atas 5%.
Tonton: Prabowo Bagi-Bagi Hadiah! Ratusan Ribu Buruh Tumpah di Monas!
(Suparjo Ramalan , Erlangga Djumena)
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/05/01/212200626/rupiah-anjlok-analis-sarankan-sarankan-ini-kepada-pemerintah-?page=1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













