kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.900   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.699   122,05   1,61%
  • KOMPAS100 1.076   17,40   1,64%
  • LQ45 785   12,30   1,59%
  • ISSI 272   4,62   1,73%
  • IDX30 417   7,34   1,79%
  • IDXHIDIV20 511   8,92   1,78%
  • IDX80 121   1,72   1,45%
  • IDXV30 138   1,86   1,37%
  • IDXQ30 135   2,32   1,76%

Rupiah Melemah, DEN Ingatkan Risiko Subsidi Energi dan Utang Negara


Rabu, 14 Januari 2026 / 13:53 WIB
Rupiah Melemah, DEN Ingatkan Risiko Subsidi Energi dan Utang Negara
ILUSTRASI. Uang rupiah (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Nilai tukar rupiah tengah melemah. Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama dari sisi subsidi energi dan pembayaran kewajiban utang pemerintah. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu kepada awak media di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, sektor yang paling terdampak dari pelemahan kurs adalah minyak, mengingat subsidi energi dan pembayaran bunga utang pemerintah masih banyak yang menggunakan mata uang asing.

"Itu tentu dari segi minyak ya. Subsidi untuk minyak dan bunga pembayaran utang yang dalam mata uang (asing)," kata Mari Elka.

Baca Juga: Rupiah Melemah Sentuh 16.877 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Tak Panik

Meski demikian, ia menilai kondisi depresiasi rupiah saat ini masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan negara lain. Oleh karena itu, dampaknya terhadap APBN dinilai masih dapat dikelola.

"Saat ini sih masih depresiasi yang kita alami relatif terhadap negara lain kan belum besar sekali ya," katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan di dalam negeri sebagai kunci untuk meredam dampak lanjutan pelemahan rupiah. 

Pemerintah, kata dia, perlu fokus mencegah arus keluar modal (capital outflow) dengan membangun kepercayaan investor, bukan dengan pembatasan yang bersifat menutup aliran modal.

"Kita harus mengatasinya dengan menjaga kepercayaan di dalam negeri. Karena yang harus kita lakukan adalah mencegah adanya capital outflow," imbuh Mari Elka.

Dengan kepercayaan yang terjaga, Mari Elka berharap modal dapat tetap bertahan di dalam negeri, baik untuk investasi portofolio maupun penanaman modal asing (PMA). 

Selain itu, ia melihat masih terbuka peluang masuknya arus modal baru ke Indonesia seiring dinamika geoekonomi dan geopolitik global.

Baca Juga: Sempat Tertekan, Menkeu Purbaya Perkirakan Rupiah Menguat Dua Minggu ke Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×