Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah berpeluang kembali menguat seiring dengan membaiknya fundamental ekonomi nasional, meski saat ini rupiah sempat melemah hingga mendekati level Rp 16.800 per dolar AS.
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan nilai tukar sepenuhnya berada di bawah kewenangan bank sentral. Namun demikian, ia menilai pergerakan rupiah akan mengikuti arah perbaikan ekonomi secara otomatis.
"Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah menguat juga," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Siap-Siap, Menkeu Purbaya Berencana Tambah Layer Tarif Cukai Rokok pada 2026
Ia menjelaskan, penguatan rupiah akan didorong oleh masuknya kembali aliran modal asing ke Indonesia. Investor global, menurutnya, akan menempatkan dananya di negara yang menawarkan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
"Kita kan kemarin triwulan keempat (pertumbuhan ekonominya) mungkin 5,45%. Tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6%," katanya.
Dengan prospek tersebut, Purbaya meminta pelaku pasar tidak khawatir terhadap kondisi rupiah. Ia menilai fondasi ekonomi Indonesia masih solid, sehingga arus modal masuk akan kembali menguatkan nilai tukar.
“Fondasi kita kuat. Rupiah akan masuk karena modal akan masuk ke sini," katanya.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 16.877 per Dolar AS, Bank Indonesia Buka Suara
Selain itu, Purbaya juga meyakini dana milik warga negara Indonesia yang saat ini ditempatkan di luar negeri akan kembali ke dalam negeri. Ia menilai pelaku usaha domestik akan lebih memilih berbisnis di Indonesia dibandingkan di luar negeri.
Saat ditanya mengenai perkiraan waktu penguatan rupiah, Purbaya menyebut dalam waktu dekat.
"Dua minggu ini," ujarnya singkat.
Selanjutnya: Beroperasi 2030, PGE Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Berkapasitas 55 MW
Menarik Dibaca: Promo Member Day Marugame Udon Spesial 14 Januari, Fuji-san Mabo Udon Hanya Rp 50.000
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













