kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.513   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

Rupiah Diprediksi Masih Melemah pada 2026, BI Patok Target Rp 16.430 per Dolar AS


Rabu, 12 November 2025 / 13:14 WIB
Rupiah Diprediksi Masih Melemah pada 2026, BI Patok Target Rp 16.430 per Dolar AS
ILUSTRASI. Dalam Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2026, rupiah ditargetkan Rp 16.430 per dolar Amerika Serikat (AS). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/28/07/2025


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah masih melemah pada 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan, dalam Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2026, rupiah ditargetkan Rp 16.430 per dolar Amerika Serikat (AS). Target nilai tukar rupiah tersebut lebih lemah dari Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2025 yang mematok target rupiah Rp 15.285 per dolar AS, namun hampir sama dengan prognosa rupiah di 2025.

“Nilai tukar rupiah rata-ratanya Rp 16.430 per dolar AS, hampir sama dengan prognosa 2025 Rp 16.440 per dolar AS. Saya kira ini adalah realistis karena memang seperti tadi kami sampaikan kondisi global tahun 2026 masih tetap sama,” tutur Perry saat rapat kerja dengan komisi XI DPR RI, Rabu (12/11/2025).

Perry menggambarkan kondisi perekonomian global tahun depan masih tetap sama dengan tahun ini, terutama sejak pengumuman tarif resiprokal dari AS pada awal April 2025.

Baca Juga: BI Patok Target Inflasi Sebesar 2,62% pada 2026

Beberapa tantangan yang akan dialami seperti volatilitas yang tinggi, arus modal keluar masih besar, dan komitmen BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Perry menyampaikan bahwa BI terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia menjelaskan, langkah intervensi kini semakin banyak dilakukan melalui mekanisme non-delivery forward (NDF), baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Selain itu, BI tetap melakukan intervensi secara spot, yang memang turut mempengaruhi posisi cadangan devisa. Perry menambahkan, kebijakan stabilisasi ini menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Asumsi dan Target Bank Indonesia (ATBI) tahun 2026.

Baca Juga: Bank Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3% pada 2026, Ini Alasannya

Meski demikian, BI memperkirakan, rupiah akan tetap stabil pada 2026, didukung komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×