kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

PDIP Usung 5 Agenda Pengembangan Ekonomi Indonesia


Kamis, 01 Desember 2022 / 17:47 WIB
PDIP Usung 5 Agenda Pengembangan Ekonomi Indonesia
ILUSTRASI. Pawai budaya yang dilakukan PDI Perjuangan beraksi saat melakukan Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Senin (1/8/2022). PDIP Usung 5 Agenda Pengembangan Ekonomi Indonesia.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menyambut Pemilu 2024, PDI Perjuangan (PDIP) berkomitmen mengusung pembangunan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

Ketua Bidang Perekonomian PDIP Said Abdullah mengatakan, terdapat beberapa agenda ekonomi strategis yang perlu dilanjutkan pada masa pasca pemerintahan Presiden Jokowi. 

Baik yang bersifat mandatori maupun kebutuhan untuk merespons dinamika global ke depan.

Pertama, kewajiban melanjutkan proyek pemindahan ibukota negara. Hal ini bersifat mandatoris, karena perintah undang undang. 

Baca Juga: Pasar Saham dan Obligasi Diramal Menarik pada 2023, Begini Saran Manajer Investasi

Said mengatakan, PDI Perjuangan berkepentingan melanjutkan agenda ini, terutama memastikan dukungan investasi yang cukup melalui skema KPBU, dan keterlibatan swasta, mengingat porsi APBN hanya 20% dari keseluruhan anggaran pemindahan IKN.

"Maka PDI Perjuangan berkewajiban untuk memberikan dukungan politik dan kebijakan agar iklim investasi yang baik bagi masuknya investasi untuk IKN," ujar Said kepada Kontan.co.id, Kamis (1/12).

Kedua, agenda melanjutkan kemandirian pangan, dan energi yang diperkirakan belum tuntas hingga 2024. Oleh sebab itu program strategis untuk melanjutkan kemandirian pangan dan energi harus terus dilanjutkan, dan dipercepat dengan roadmap (peta jalan) yang realistis.

Hal ini menjadi agenda penting sebab Indonesia sering menghadapi tekanan baik dari sisi neraca perdagangan, dan pembayaran. Setiap perubahan kenaikan harga harga pangan dan energi impor, APBN tidak cukup ideal untuk menopangnya.

Baca Juga: Mencermati Prospek Pasar Obligasi dan Bursa Saham Domestik pada tahun 2023

Said mengatakan, peralihan energi berbasis fosil menuju energi baru terbarukan (EBT) menjadi agenda yang sangat penting. Apalagi Indonesia juga terikat dengan berbagai komitmen internasional untuk pengurangan emisi.

Indonesia sendiri menargetkan zero emisi pada 2050. Oleh sebab itu pencapaian pengurangan emisi menjadi fondasi penting. "Urusan pangan juga sangat strategis, menyangkut hajat hidup rakyat," ucap Said.

Said menyebut, sensitivitas APBN dan daya beli rakyat terhadap pangan sangat besar. Kenaikan harga pangan mendorong kenaikan laju inflasi, dan menjatuhkan daya beli rakyat, yang ujungnya kenaikan angka kemiskinan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×