Reporter: Dendi Siswanto, Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
Pemerintah akan menginjeksikan SAL sebesar Rp 40 triliun pada pekan ini dan Rp 30 triliun pada pekan depan. Dengan demikian, total penempatan SAL di Himbara meningkat menjadi Rp 451 triliun dari Rp 381 triliun pada 29 Juni 2026.
Dana tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perbankan sehingga bunga kredit turun dan penyaluran pembiayaan ke sektor riil semakin meningkat.
Namun, ekonom Bank Permata Faisal Rachman menilai ruang pemerintah untuk terus mengandalkan stimulus fiskal semakin terbatas. Pemerintah tetap harus menjaga kapasitas fiskal sebagai bantalan menghadapi potensi guncangan ekonomi.
Baca Juga: Purbaya Bakal Tambah Lagi Suntikan SAL Rp 70 Triliun ke Himbara
Menurut Faisal, kondisi tersebut membuat prospek pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026 cenderung lebih menantang, apalagi tekanan dari perang dagang, ketidakpastian geopolitik, dan perlambatan ekonomi China masih membayangi.
Karena itu, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 hanya mencapai 5,26%, lebih rendah dari target APBN sebesar 5,4%.
Proyeksi tersebut mengindikasikan bahwa dorongan belanja pemerintah saja tidak lagi cukup untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap sesuai target tanpa dukungan konsumsi rumah tangga dan investasi yang lebih kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
