kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.936   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.339   -11,95   -0,19%
  • KOMPAS100 834   -1,11   -0,13%
  • LQ45 633   -1,14   -0,18%
  • ISSI 219   -0,94   -0,43%
  • IDX30 355   -0,41   -0,12%
  • IDXHIDIV20 435   -0,15   -0,03%
  • IDX80 95   -0,11   -0,11%
  • IDXV30 120   -0,20   -0,16%
  • IDXQ30 113   -0,14   -0,12%

Ruang Fiskal Menyempit, Mesin Pertumbuhan Ekonomi Berisiko Kehilangan Tenaga


Kamis, 06 Agustus 2026 / 08:03 WIB
Ruang Fiskal Menyempit, Mesin Pertumbuhan Ekonomi Berisiko Kehilangan Tenaga
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pertumbuhan ekonomi melambat ke 5,29%. Ruang fiskal yang makin sempit dinilai membatasi kemampuan pemerintah menopang ekonomi hingga akhir 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto, Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Pemerintah akan menginjeksikan SAL sebesar Rp 40 triliun pada pekan ini dan Rp 30 triliun pada pekan depan. Dengan demikian, total penempatan SAL di Himbara meningkat menjadi Rp 451 triliun dari Rp 381 triliun pada 29 Juni 2026.

Dana tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perbankan sehingga bunga kredit turun dan penyaluran pembiayaan ke sektor riil semakin meningkat.

Namun, ekonom Bank Permata Faisal Rachman menilai ruang pemerintah untuk terus mengandalkan stimulus fiskal semakin terbatas. Pemerintah tetap harus menjaga kapasitas fiskal sebagai bantalan menghadapi potensi guncangan ekonomi.

Baca Juga: Purbaya Bakal Tambah Lagi Suntikan SAL Rp 70 Triliun ke Himbara

Menurut Faisal, kondisi tersebut membuat prospek pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026 cenderung lebih menantang, apalagi tekanan dari perang dagang, ketidakpastian geopolitik, dan perlambatan ekonomi China masih membayangi.

Karena itu, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 hanya mencapai 5,26%, lebih rendah dari target APBN sebesar 5,4%.

Proyeksi tersebut mengindikasikan bahwa dorongan belanja pemerintah saja tidak lagi cukup untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap sesuai target tanpa dukungan konsumsi rumah tangga dan investasi yang lebih kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×