kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Royalti yang diberikan Newmont di Sumbawa Barat tak sebanding dengan limbahnya


Rabu, 11 Mei 2011 / 19:26 WIB
Taecyeon 2PM akan membintangi drama Korea (drakor) baru Vincenzo.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani |

JAKARTA. Meski sudah lebih dari 10 tahun beroperasi, keberadaan PT Newmont Nusa Tenggara (PT NTT) tidak memberikan dampak nyata bagi perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Sumbawa Barat, Muhamad Saleh.

Menurutnya, royalti yang diberikan PT NTT terbilang kecil. “Keberadaan tambang bisa dibilang tidak ada, sebab royalti yang diberikan hanya sebesar Rp 50 miliar setahun,” ujar Saleh, ketika Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi XI, Nusantara I, Rabu (11/5).

Padahal, menurut anggota DPRD lainnya, Abidin Nazar, keuntungan Newmont mencapai sebanyak Rp 13 triliun dalam setahun. Royalti itu dianggap tak sebanding dengan jumlah limbah yang diberikan oleh perusahaan tambang itu. “Paling banter, royalti yang diterima mencapai Rp 60 miliar,” jelasnya.

Sebelumnya, DPRD Sumbawa Barat telah berupaya mendatangi Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM. Namun, DPRD selalu ditolak. “Bahkan sudah demo tidak juga diterima ke mana lagi kami meminta? Ini merupakan harga mati sebagai upaya rakyat mendapatkan haknya. Jangan sampai ayam mati di lumbung padi,” tandas Abidin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×