kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Royalti yang diberikan Newmont di Sumbawa Barat tak sebanding dengan limbahnya


Rabu, 11 Mei 2011 / 19:26 WIB
Taecyeon 2PM akan membintangi drama Korea (drakor) baru Vincenzo.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani |

JAKARTA. Meski sudah lebih dari 10 tahun beroperasi, keberadaan PT Newmont Nusa Tenggara (PT NTT) tidak memberikan dampak nyata bagi perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Sumbawa Barat, Muhamad Saleh.

Menurutnya, royalti yang diberikan PT NTT terbilang kecil. “Keberadaan tambang bisa dibilang tidak ada, sebab royalti yang diberikan hanya sebesar Rp 50 miliar setahun,” ujar Saleh, ketika Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi XI, Nusantara I, Rabu (11/5).

Padahal, menurut anggota DPRD lainnya, Abidin Nazar, keuntungan Newmont mencapai sebanyak Rp 13 triliun dalam setahun. Royalti itu dianggap tak sebanding dengan jumlah limbah yang diberikan oleh perusahaan tambang itu. “Paling banter, royalti yang diterima mencapai Rp 60 miliar,” jelasnya.

Sebelumnya, DPRD Sumbawa Barat telah berupaya mendatangi Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM. Namun, DPRD selalu ditolak. “Bahkan sudah demo tidak juga diterima ke mana lagi kami meminta? Ini merupakan harga mati sebagai upaya rakyat mendapatkan haknya. Jangan sampai ayam mati di lumbung padi,” tandas Abidin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×