Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi rating untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui aplikasi tersebut, kepala sekolah dan guru nantinya bisa memberikan penilaian langsung terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penilaian tersebut akan menggunakan skala bintang 1 hingga 5. Sekolah juga dapat mencantumkan catatan terkait layanan yang diterima, termasuk ketepatan waktu distribusi hingga kelayakan dan kualitas menu MBG.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, aplikasi rating tersebut disiapkan untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Sekolah dinilai memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan layanan SPPG.
“Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan,” ujar Tysa dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: PPh 21 Naik 17,4%, Tapi 53.490 Pekerja Malah Kena PHK
Menurut Tysa, kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi BGN untuk menentukan bagian layanan yang perlu diperbaiki.
Aplikasi tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana pemberian nilai, tetapi juga membantu BGN mendapatkan gambaran mengenai kualitas layanan SPPG dari lapangan secara lebih terukur.
Sekolah dapat menilai sejumlah aspek layanan, seperti ketepatan waktu distribusi serta kelayakan dan kualitas makanan yang diterima peserta didik. Dengan mekanisme tersebut, BGN berharap persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat lebih cepat teridentifikasi.
Selain melalui aplikasi rating, sekolah yang menemukan layanan yang belum sesuai juga dapat menyampaikan laporan melalui kanal pelaporan dan pemantauan yang telah disediakan BGN.
Apabila persoalan belum mendapatkan perbaikan, sekolah dapat kembali menyampaikan laporan dengan memberikan tembusan kepada BGN. Dengan begitu, informasi mengenai kendala pelaksanaan MBG dapat diterima dan ditindaklanjuti lebih cepat.
Baca Juga: Fiskal Mampu Biayai Pendidikan Gratis, Ekonom: Tantangannya Prioritas APBN
BGN mengatakan, penguatan sistem umpan balik tersebut merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola MBG yang lebih transparan dan responsif. Sekolah akan menjadi salah satu pihak yang dilibatkan dalam ekosistem pengawasan program.
Melalui sistem digital tersebut, BGN berharap pengawasan MBG tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga dapat menangkap kondisi layanan SPPG berdasarkan pengalaman langsung sekolah dan penerima manfaat di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














