kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Risiko tapering off membayangi, ekonom imbau BI lakukan stress test segera


Minggu, 29 Agustus 2021 / 20:17 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan logo Bank Indonesia (BI)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

Memang, dalam stress test yang dilakukan ini biasanya terdapat beberapa skenario dan perubahan variabel yang cukup signifikan.

Namun, ini bisa mempersiapkan perbankan terkait kondisi likuiditasnya, risiko kreditnya, hingga risiko transmisi dari pasar keuangan global jika tapering off tahun ini seperti taper tantrum tahun 2013.

Lebih lanjut, selain stress test, Bhima berharap BI bisa melakukan langkah antisipasi secara paralel. Misalnya, terkait tekanan ke kurs rupiah yang melemah cukup dalam, maka BI disarankan segera melakukan intervensi dengan menambah pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Bhima juga menyarankan, pembelian SBN di pasar perdana oleh BI juga harus terukur. Terlebih, BI melanjutkan skema pembelian SBN secara langsung (private placement) untuk menambal defisit APBN di tahun 2022. Ini akan menyedot neraca BI.

Dan bila mendesak, BI juga bisa menaikkan suku bunga acuan. Namun, Bhima khawatir pilihan ini juga bisa menambah risiko baru, yaitu menghambat pemulihan ekonomi. Karena bunga acuan yang naik bisa meningkatkan bunga pinjaman yang diperlukan pelaku usaha.

Baca Juga: Hasil simposium Jackson Hole: The Fed tetap lakukan tapering off di tahun ini

Hanya, bila memang terpaksa bank sentral menaikkan suku bunga acuan, maka BI dan pemerintah perlu memberikan kompensasi berupa stimulus yang lebih jumbo pada dunia usaha, khususnya ke UMKM.

Sebelum para ekonom menyarankan stress test, Kepala Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyarankan hal serupa. Said bilang, BI perlu melakukan simulasi stress test, terutama seberapa besar dampak tapering off terhadap arus modal keluar (capital outflow) dan kepada rupiah serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menanggapi hal ini, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pihaknya memang berencana menggelar stress test. Namun, hingga saat ini, saat dihubungi Kontan.co.id, BI masih belum memberi jawaban terkait detil pelaksanaan rencana stress test tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×