kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Restorasi gambut dimulai di empat kabupaten


Kamis, 31 Maret 2016 / 16:29 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah melalui Badan Restorasi Gambut yang mereka bentuk beberapa waktu lalu akan mulai merestorasi lahan gambut yang terbakar. Setidaknya, ada empat kabupaten yang menjadi fokus restorasi.

Kabupaten tersebut adalah; Pulang Pisang di Kalimantan Tengah, Musi Banyuasin di Sumatera Selatan, Ogan Komering Ilir dan Kepulauan Meranti di Riau.

Budi Wardhana, Deputi Bidang Perencanaan dan Kerjasama Badan Restorasi Gambut mengatakan penentuan lokasi yang menjadi fokus restorasi tersebut didasarkan kepada beberapa pertimbangan. Salah satunya riwayat kebakaran gambut. "Yang pernah terbakar tiga kali dalam lima tahun, jadi prioritas," katanya di Jakarta Kamis (31/3).

Nazir Foead, Kepala Badan Restorasi Gambut sementara itu mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan luas lahan gambut yang akan direstorasi mulai tahun 2016 ini mencapai sekitar 834.491 hektare. Luasan lahan gambut tersebut terdiri dari dua jenis.

Pertama, sebesar sekitar 600.000 hektare, merupakan lahan gambut yang berada di kawasan budidaya dan konsesi. Sementara itu 100.000 hektare lainnya berada di kawasan hutan lindung.

Mengenai anggaran, Budi mengatakan, setiap hektare dalam lima tahun ke depan membutuhkan Rp 6 juta - Rp 12 juta. Jika dihitung kasar, restorasi gambut dalam lima tahun mendatang bisa memakan biaya sampai Rp 9,6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×