Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring atau tatap muka penuh lima hari dalam seminggu untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah, tanpa pembelajaran jarak jauh.
"Sementara untuk pendidikan tinggi, semester 4 ke atas, menyesuaikan dengan surat edaran," jelasnya.
6. WFH ASN Hemat Rp 6,2 triliun
Pemerintah memperkirakan kebijakan work from home (WFH) dapat memberikan penghematan langsung ke APBN mencapai Rp6,2 triliun dari berkurangnya kompensasi bahan bakar minyak (BBM).
Sementara dari sisi masyarakat, efisiensi mobilitas berpotensi menekan pengeluaran BBM hingga Rp 59 triliun.
7. Refocusing Anggaran hingga Rp 130 Triliun
Pemerintah melakukan pengalihan anggaran dari belanja non-prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan seremonial ke program yang lebih produktif.
Nilai refocusing diperkirakan mencapai Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun.
Refocusing anggaran kementerian dan lembaga dengan mengalihkan belanja kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial ke program yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Tonton: Bukan Satu! Dua Pasukan UNIFIL Indonesia Gugur di Lebanon!
8. Efisiensi Energi dan Program B50
Pemerintah akan menerapkan kebijakan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 untuk mengurangi konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter.
Kebijakan ini berpotensi menghemat subsidi energi hingga Rp 48 triliun.
Airlangga menegaskan, seluruh langkah ini merupakan bagian dari transformasi struktural ekonomi nasional agar lebih efisien dan tahan terhadap guncangan global.
“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif dan mendukung transformasi budaya kerja ini,” kata dia.
(Debrinata Rizky, Teuku Muhammad Valdy Arief)
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/31/202927526/8-kebijakan-penghematan-pemerintah-dari-wfh-sampai-optimalisasi-mbg?page=all#page1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













