kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.006   -43,00   -0,25%
  • IDX 7.183   134,87   1,91%
  • KOMPAS100 993   21,62   2,23%
  • LQ45 730   14,45   2,02%
  • ISSI 256   4,47   1,78%
  • IDX30 396   7,50   1,93%
  • IDXHIDIV20 494   6,49   1,33%
  • IDX80 112   2,32   2,11%
  • IDXV30 137   1,15   0,85%
  • IDXQ30 129   2,27   1,79%

Resmi! Ini 8 Kebijakan Penghematan yang Dirilis Pemerintah di Tengah Gejolak Global


Rabu, 01 April 2026 / 06:39 WIB
Resmi! Ini 8 Kebijakan Penghematan yang Dirilis Pemerintah di Tengah Gejolak Global
ILUSTRASI. Pemerintah meluncurkan paket kebijakan efisiensi bertajuk “8 butir transformasi budaya kerja nasional” sebagai respons terhadap dinamika global. (Lailatul Anisah/Lailatul Anisah)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring atau tatap muka penuh lima hari dalam seminggu untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah, tanpa pembelajaran jarak jauh.

"Sementara untuk pendidikan tinggi, semester 4 ke atas, menyesuaikan dengan surat edaran," jelasnya.

6. WFH ASN Hemat Rp 6,2 triliun

Pemerintah memperkirakan kebijakan work from home (WFH) dapat memberikan penghematan langsung ke APBN mencapai Rp6,2 triliun dari berkurangnya kompensasi bahan bakar minyak (BBM).

Sementara dari sisi masyarakat, efisiensi mobilitas berpotensi menekan pengeluaran BBM hingga Rp 59 triliun.

7. Refocusing Anggaran hingga Rp 130 Triliun

Pemerintah melakukan pengalihan anggaran dari belanja non-prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan seremonial ke program yang lebih produktif.

Nilai refocusing diperkirakan mencapai Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun.

Refocusing anggaran kementerian dan lembaga dengan mengalihkan belanja kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial ke program yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Tonton: Bukan Satu! Dua Pasukan UNIFIL Indonesia Gugur di Lebanon!

8. Efisiensi Energi dan Program B50

Pemerintah akan menerapkan kebijakan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 untuk mengurangi konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter.

Kebijakan ini berpotensi menghemat subsidi energi hingga Rp 48 triliun.

Airlangga menegaskan, seluruh langkah ini merupakan bagian dari transformasi struktural ekonomi nasional agar lebih efisien dan tahan terhadap guncangan global.

“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif dan mendukung transformasi budaya kerja ini,” kata dia.

(Debrinata Rizky, Teuku Muhammad Valdy Arief)

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/31/202927526/8-kebijakan-penghematan-pemerintah-dari-wfh-sampai-optimalisasi-mbg?page=all#page1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×