kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45793,17   3,27   0.41%
  • EMAS1.048.000 1,85%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Resesi ekonomi Singapura tidak berdampak langsung ke ekonomi Indonesia


Rabu, 15 Juli 2020 / 14:38 WIB
Resesi ekonomi Singapura tidak berdampak langsung ke ekonomi Indonesia
ILUSTRASI. Kementerian Keuangan yakin resesi di Singapura tidak serta-merta berdampak ke perekonomian Indonesia.

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada paruh pertama tahun ini, Singapura resmi masuk ke zona resesi setelah berturut-turut dalam periode kuartal I-II 2020 ekonomi Singapura terkontraksi. Kendati begitu, pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, resesi di Singapura tidak serta-merta berdampak terhadap perekonomian dalam negeri.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Fiskal dan Makro Ekonomi Masyita Crystallin mengatakan resesi, di Singapura tidak terlalu berdampak secara langsung, selama fungsi Singapura sebagai trade-hub dan financial center di Asia tidak terganggu.

Menurutnya, Indonesia akan lebih terdampak jika terjadi downside risk terhadap perekonomian yang merupakan mitra dagang utama seperti China, meskipun secara jarak geografis lebih jauh.

Baca Juga: Pandemi menghantam Singapura ke dalam resesi karena PDB merosot 41% di kuartal kedua

Data Badan Pusat Statistik (BSP) menunjukkan, neraca perdagangan non-migas Indonesia dengan Singapura tercatat surplus US$ 8,1 juta pada Juni 2020 lalu. Surplus tersebut terjadi saat ekonomi Singapura minus 12% di kuartal II-2020.

Dari sisi, ekspor non-migas ke Singapura terjadi peningkatan sebesar US$ 137,3 juta. Sementara, di periode sama impor non-migas dari Singapura meningkat US$ 129,2 juta.

“Data ekspor impor dari Singapura tersebut adalah karena fungsinya sebagai trade hub, jadi barang tersebut berasal dari negara lain dan kalau dari Indonesia ditujukan untuk negara lain. Karena itu, jika fungsi sebagai trade-hub tetap berjalan maka pengaruhnya tidak akan sebesar misalnya China mengalami resesi,” kata Masyita kepada Kontan.co.id, Rabu (15/7).

Sementara itu, hubungan ekonomi Indonesia-Singapura juga mencakup investasi. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukan di kuartal I-2020, realisasi foregn direct investment (FDI) Singapura sebesar US$ 2,7 juta atau setara 40% dari total FDI senilai US$ 6,8 juta.

Pencapaian itu menempatkan Singapura sebagai kontributor utama FDI di Indonesia. Investasi Singapura mengalahkan China yang hanya mencatatkan realisasi sebesar US$ 1,3 juta pada Januari-Maret 2020. Investasi Singapura di Indonesia pun sebetulnya sudah mendominasi sejak tahun 2015.

Baca Juga: Ekonomi Singapura rontok terparah sepanjang sejarah, akibat virus corona

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




[X]
×