kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Relawan Salam 2 Jari desak Jokowi tolak Budi


Kamis, 15 Januari 2015 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi saham hari ini TLKM, ASII, UNVR, KLB, dan SIDO. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sejumlah relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menamakan diri Relawan Salam Dua Jari mendatangi Istana Presiden. Kedatangan relawan yang dulu menjadi pendukung setia Jokowi saat kampanye presiden tersebut, rencananya akan mengungkapkan protes pelantikan Komisaris Jenderal polisi Budi Gunawan menjadi Kapolri.

Salah satu Relawan Salah Dua Jari, Fadjroel Rachman mengatakan, dirinya ingin mengingatkan Jokowi agar tidak melantik Budi Gunawan mengingat statusnya sebagai tersangka korupsi. Ia mengaku, dulu dirinya memilih Jokowi menjadi presiden agar menjadikan Indonesia bebas korupsi.

Relawan Salam Dua Jari menolak Budi Gunawan sebagai Kapolri karena nantinya Budi juga akan bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi. Oleh karenanya, kalau akhirnya Jokowi benar-benar melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri, Fadjroel  mengancam akan terus melakukan teror ke pemerintah. 

"Saya akan terus datang seperti sekarang, Ini gak bener. Kami ingin mendukung bapak (Jokowi) untuk Indonesia lebih baik dan bersih," ujar Fadjroel, Kamis (15/1). Dia juga mengancam akan menggerakkan relawan turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar dan masif. Selain demo dengan turun ke jalan, relawan juga bisa menggelar konser akbar, seperti yang dilakukan ketika mendukung kampanye Jokowi menjadi presiden.

Fadjroel mengaku tidak peduli dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang meloloskan Budi menjadi calon Kapolri. Ia mengaku hanya peduli, agar Jokowi membatalkan pencalonan Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×