kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Relawan Salam 2 Jari desak Jokowi tolak Budi


Kamis, 15 Januari 2015 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi saham hari ini TLKM, ASII, UNVR, KLB, dan SIDO. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sejumlah relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menamakan diri Relawan Salam Dua Jari mendatangi Istana Presiden. Kedatangan relawan yang dulu menjadi pendukung setia Jokowi saat kampanye presiden tersebut, rencananya akan mengungkapkan protes pelantikan Komisaris Jenderal polisi Budi Gunawan menjadi Kapolri.

Salah satu Relawan Salah Dua Jari, Fadjroel Rachman mengatakan, dirinya ingin mengingatkan Jokowi agar tidak melantik Budi Gunawan mengingat statusnya sebagai tersangka korupsi. Ia mengaku, dulu dirinya memilih Jokowi menjadi presiden agar menjadikan Indonesia bebas korupsi.

Relawan Salam Dua Jari menolak Budi Gunawan sebagai Kapolri karena nantinya Budi juga akan bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi. Oleh karenanya, kalau akhirnya Jokowi benar-benar melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri, Fadjroel  mengancam akan terus melakukan teror ke pemerintah. 

"Saya akan terus datang seperti sekarang, Ini gak bener. Kami ingin mendukung bapak (Jokowi) untuk Indonesia lebih baik dan bersih," ujar Fadjroel, Kamis (15/1). Dia juga mengancam akan menggerakkan relawan turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar dan masif. Selain demo dengan turun ke jalan, relawan juga bisa menggelar konser akbar, seperti yang dilakukan ketika mendukung kampanye Jokowi menjadi presiden.

Fadjroel mengaku tidak peduli dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang meloloskan Budi menjadi calon Kapolri. Ia mengaku hanya peduli, agar Jokowi membatalkan pencalonan Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×