CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Realisasi penerimaan pajak April capai 27% dari target


Kamis, 17 Mei 2018 / 16:32 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di BPK


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, penerimaan pajak sampai dengan akhir April 2018 sebesar Rp 383,27 triliun. Realisasi penerimaan ini sebesar 27% dari target penerimaan pajak tahun ini yang sebesar Rp 1.424 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan pajak pada tahun ini bila dilepaskan dari tax amnesty sebesar 14,88%. Sementara, bila dimasukkan dengan tax amnesty, pertumbuhannya sebesar 10,89%.

Pertumbuhan 14,88% ini melambat disebabkan oleh penerimaan bulan April saja yang tumbuh sekitar 12% dibanding April tahun lalu. Karena pertumbuhannya di bawah 15% sehingga sedikit mengurangi pertumbuhan non TA sampai dengan Maret yang sempat mencapai pertumbuhan 16%.

Namun, ia mengatakan apabila melihat ke tren pertumbuhan penerimaan total terlihat adanya tren kenaikan positif.

“Sampai Maret, pertumbuhan penerimaan total hanya 9,94%, pertumbuhan penerimaan total sampai April sudah naik mencapai 10,89%,” ujar Sri Mulyani di kantornya, Kamis (17/5).

Sri Mulyani menambahkan, tren positif ini juga berlanjut sampai tengah bulan Mei. Per 15 Mei, ia mencatat, salah satu indikatornya adalah pertumbuhan PPh Pasal 25 sebesar 39,1% dengan nominal realisasi sebesar Rp 15,14 triliun.

Adapun, per 15 Mei, penerimaan PPh 22 impor dan PPN impor tumbuh signifikan, yakni masing-masing 27,31% dan 23,13%. Hal ini sejalan dengan tren impor yang melonjak. “Pertumbuhan ini kami monitor dr bulan ke bulan dan cukup robust,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×