kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

Rapat Komisi IX DPR dengan IPB soal susu tercemar bakteri ditunda


Senin, 21 Februari 2011 / 10:34 WIB
ILUSTRASI. Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti saat acara pisah sambut Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (23/10/2019).


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Rapat dengar pendapat lanjutan antar Komisi IX DPR dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan dan Institut Pertanian Bogor (IPB) soal susu tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii ditunda. Wakil Komisi IX DPR Ahmad Nizar Shihab mengatakan, rapat tersebut dalam proses penjadwalan.

Sejatinya, rapat ini akan dilakukan hari ini (21/2). Rencananya, Komisi IX DPR akan meminta IPB mengungkapkan nama-nama susu yang tercemar bakteri tersebut setelah menerima salinan putusan Mahkamah Agung.

Ahmad mengatakan, penundaan rapat tersebut lantaran pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi X DPR terlebih dahulu. Sebab, rektor IPB merupakan mitra kerja Komisi X DPR. "Mungkin kita lihat tata cara mengundang komisi X yang menyangkut dengan komisi pendidikan," imbuhnya.

Nantinya, agenda rapat akan diperluas dengan mengundang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan peneliti lainya. "Bukan hanya IPB saja, tapi ada LIPI dan peneliti lainnya untuk mencari jalan keluar," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×