kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Raja Salman sudah, kini Presiden Prancis


Kamis, 23 Maret 2017 / 17:29 WIB
Raja Salman sudah, kini Presiden Prancis


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Prancis Francois Hollande dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 29 Maret 2017. Ini termasuk kunjungan bersejarah bagi Indonesia, setelah kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan kunjungan Hollande itu merupakan momen bersejarah. Sebab ini adalah kunjungan pertama Presiden Perancis setelah 30 tahun.

"Kunjungan kenegaraan ini cukup historis. Terakhir Presiden Prancis berkunjung ke Indonesia sekitar 30 tahun lalu," ujar Arrmanatha saat konferensi pers di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (23/3/2017).

Dalam kunjungannya tersebut, Hollande bakal bertemu Presiden Joko Widodo untuk membahas sejumlah hal terkait kerja sama bilateral di bidang kemaritiman dan ekonomi kreatif. Fokus utama yang akan dibahas oleh kedua kepala negara adalah soal infrastruktur dan energi.

Menurut Arrmanatha, selama ini Perancis telah menjadi mitra strategis Indonesia dalam memajukan sektor ekonomi.

Selain itu secara politik, Indonesia dan Perancis memiliki hubungan yang sangat baik. Di bilang Politik, Arrmanatha mencontohkan Jokowi dan Hollande memiliki kesamaan pandangan dalam upaya penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Oleh sebab itu, kunjungan Presiden Hollande diharapkan mampu mempererat hubungan bilateral kedua negara. "Selama ini kolaborasi antara Indonesia dan Perancis cukup erat, baik di bidang ekonomi maupun politik. Misalnya kesamaan sikap terkait pentingnya memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui two state solution," kata Arrmanatha.

(Kristian Erdianto)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×