kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Purbaya Ungkap Kebanggaan Setahun Jadi Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Berbalik ke 6%


Selasa, 08 September 2026 / 15:46 WIB
Purbaya Ungkap Kebanggaan Setahun Jadi Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Berbalik ke 6%
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan satu hal yang paling dibanggakannya selama hampir setahun menjabat sebagai bendahara negara. ? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan salah satu hal yang paling dibanggakannya selama hampir satu tahun menjabat sebagai bendahara negara. 

Ia menilai pemerintah berhasil membalikkan arah perekonomian Indonesia dari sebelumnya melambat menjadi kembali menuju pertumbuhan 6%.

Purbaya mengatakan, perubahan arah pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil dari kebijakan pemerintah yang dirancang untuk mendorong kembali aktivitas perekonomian.

Baca Juga: Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Masih Hadapi Persepsi Negatif Publik

"Yang kita banggakan tadi. Kita berhasil membalik ekonomi dari melambat menjadi berbalik ke arah 6%," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelumnya berada di kisaran 5%. Namun, ia melihat saat ini perekonomian Indonesia sedang menuju ke arah 6%.

Menurut Purbaya, pembalikan arah ekonomi tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil dari desain kebijakan Presiden yang kemudian didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter.

"Jadi pembalikan arah ekonomi ini terjadi by design oleh kebijakan Bapak Presiden yang didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang baik," katanya.

Purbaya menilai membalikkan tren perekonomian merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Pemerintah harus memastikan kebijakan yang ditempuh mampu memberikan dorongan terhadap perekonomian tanpa menciptakan beban besar bagi negara.

Dalam hal ini, Purbaya juga mengklaim salah satu kebijakan yang dilakukan pemerintah memiliki biaya yang hampir nol. 

Ia mencontohkan langkah memindahkan dana dari bank sentral ke sistem perbankan untuk meningkatkan likuiditas dalam perekonomian.

Menurutnya, pemindahan dana tersebut membuat uang masuk ke dalam sistem perekonomian, sementara pemerintah tidak perlu menanggung tambahan biaya karena tingkat imbal hasil yang diterima tetap sama.

Baca Juga: Setahun Purbaya Menjabat Menkeu, CORE: Penerimaan Naik, Namun Beban Fiskal Mengintai

Selain kebijakan likuiditas, Purbaya menyinggung langkah pemerintah di pasar surat utang. Menurutnya, kebijakan tersebut pada dasarnya bertujuan menambah uang dalam sistem perekonomian sekaligus menekan biaya dana.

Purbaya bahkan membandingkan langkah yang telah dilakukan Indonesia dengan kebijakan yang belakangan ditempuh pemerintah Amerika Serikat.

Ia mengatakan, sebelumnya sejumlah pihak sempat meragukan kebijakan yang diterapkan pemerintah. Bahkan, ketika dirinya menjelaskan strategi tersebut kepada publik, ada anggapan bahwa kebijakan itu hanya dibuat-buat.

Namun, Purbaya menilai penerapan kebijakan yang memiliki kemiripan oleh negara lain menunjukkan bahwa langkah pemerintah Indonesia memiliki dasar ekonomi yang jelas.

"Ternyata Amerika melakukan hal yang mirip dan sejenis," imbuhnya.

Baca Juga: Karhutla dan Bencana Erupsi Gunung Berpotensi Tekan Ekonomi Kuartal III hingga 0,15%

Ia menegaskan kebijakan yang diterapkan pemerintah bukanlah kebijakan yang dibuat tanpa perhitungan. Menurutnya, setiap langkah telah dihitung berdasarkan dampaknya terhadap perekonomian.

"Yang kita terapkan bukan pengetahuan abal-abal, memang sesuatu yang dihitung di atas kertas, reaksinya seperti apa ke perekonomian," pungkas Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×