kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.501.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Purbaya Tarik Rp 75 Triliun dari Perbankan untuk Kebutuhan Belanja Pemerintah


Kamis, 01 Januari 2026 / 12:29 WIB
Purbaya Tarik Rp 75 Triliun dari Perbankan untuk Kebutuhan Belanja Pemerintah
ILUSTRASI. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat jumpa pers APBNKita (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah telah menarik kembali dana sebesar Rp 75 triliun dari total Rp 276 triliun dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di perbankan.

Dana tersebut sebelumnya disalurkan ke lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta satu bank pembangunan daerah (BPD).

Penempatan dilakukan dengan rincian Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing sebesar Rp 80 triliun, BTN Rp 25 triliun, BSI Rp 10 triliun, serta Bank DKI Rp 1 triliun.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Ada Dana Rp 399 Triliun untuk Kebutuhan Belanja Januari 2026

"Sekarang di bank ada Rp 201 triliun, yang Rp 75 triliun kita tarik tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem tapi enggak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Purbaya menjelaskan, penarikan sebagian dana itu dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui belanja negara.

Namun, Purbaya mengakui kebijakan penempatan dana di perbankan belum sepenuhnya memberikan dampak optimal, terutama terhadap penyaluran kredit.

Hal ini tercermin dari data Bank Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan per Oktober 2025 hanya mencapai 7,36% secara tahunan.

Menurut Purbaya, salah satu penyebabnya adalah belum sepenuhnya selarasnya kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia pada periode sebelumnya.

"Injeksi uang yang kami taruh di sistem perbankan itu gak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Harusnya ekonomi lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan," kata dia.

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2026, Analis Sebut Butuh Enam Hal Ini

Meski begitu, Purbaya memastikan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia kini telah diperkuat.

Dengan membaiknya koordinasi tersebut, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan dapat mencapai 6%, lebih tinggi dari asumsi pertumbuhan dalam APBN 2026 yang sebesar 5,4%.

"Jadi sekarang bisa ngomong dengan lebih yakin bahwa tahun depan 6%, walaupun di APBN 5,4% ya. Saya akan paksa dorong ke 6%, dan probability itu terjadi semakin terbuka lebar, karena kami semakin sinkron dengan bank sentral," terang dia.

Selanjutnya: Simak Rekomendasi Saham United Tractors (UNTR) Saat Diterpa Turunnya Harga Komoditas

Menarik Dibaca: Bibit Siklon Tropis 90S Berpotensi Jadi Badai, Hujan Lebat di Sebagian Jawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×