kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Purbaya Minta Pemda Manfaatkan Pinjaman PT SMI Jika Anggaran Daerah Kurang


Senin, 22 Juni 2026 / 18:22 WIB
Purbaya Minta Pemda Manfaatkan Pinjaman PT SMI Jika Anggaran Daerah Kurang
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Komisi XI Gedung Parlemen DPR RI, Kamis (11/6/2026). (KONTAN/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mendorong pemerintah daerah (Pemda) memanfaatkan skema pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) apabila menghadapi keterbatasan anggaran dalam membiayai pembangunan daerah.

Purbaya menegaskan pemerintah tetap berhati-hati dalam mengelola kebijakan fiskal, termasuk menjaga defisit anggaran agar tidak melampaui batas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Mintanya kan kenaikan anggarannya besar, tetapi tetap kita lihat keadaan anggaran seperti apa. Karena salah satu acuannya adalah jangan sampai kita lewat 3%, karena kita diawasi oleh lembaga-lembaga dunia yang melihat apakah kita bisa menjalankan kebijakan yang prudent atau tidak. Begitu tidak prudent mereka akan menghukum kita," ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Purbaya: Dana di Daerah Menggunung, Tapi Serapan Belanja Melambat

Menurut Purbaya, penguatan kebijakan fiskal daerah saat ini difokuskan pada optimalisasi pendapatan daerah, peningkatan kualitas belanja, serta pengembangan sumber pembiayaan yang kreatif dan inovatif guna mendukung pembangunan infrastruktur.

Ia menilai penguatan fiskal daerah menjadi instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

"Daerah masih tetap bisa membangun walaupun misalnya ada kekurangan sedikit di anggaran daerah," kata Purbaya

Senada, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pemerintah telah menyediakan alternatif pembiayaan melalui PT SMI dengan tingkat bunga yang relatif rendah.

"Salah satunya adalah melakukan pinjaman dengan dukungan dari PT SMI, dengan tingkat bunga yang relatif rendah. Banyak proyek yang bisa dilakukan Pemda, mulai dari membangun sekolah, rumah sakit, PDAM, hingga jalan," ujar Askolani.

Baca Juga: Resmi! 50 Daerah Ini Dapat Kelonggaran TKD dari Purbaya

Menurutnya, skema pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan daerah untuk mendanai berbagai proyek pembangunan dengan tenor hingga lima tahun atau lebih.

"Jadi ada sumber pembiayaan dari SMI untuk pembangunan daerah yang bisa dimanfaatkan dengan bunga yang relatif rendah. Pembiayaannya bisa sampai lima tahun atau lebih. Jadi daerah masih tetap bisa membangun walaupun ada kekurangan sedikit di anggaran," jelasnya.

Selain memperluas akses pembiayaan daerah, pemerintah juga terus memperkuat kerangka Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD) melalui reformasi tata kelola fiskal, modernisasi proses bisnis transfer ke daerah, penguatan fiskal daerah, serta peningkatan sinergi fiskal pusat dan daerah.

Pemerintah juga mendorong monitoring dan evaluasi yang lebih terintegrasi serta pengembangan manajemen risiko fiskal daerah untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan fiskal dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Purbaya optimistis target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8%-6,5% dapat dicapai melalui penguatan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Kita akan aktifkan semua mesin pertumbuhan ekonomi pusat dan daerah termasuk sektor riil. Kita pastikan perbankan cukup likuiditas untuk mendukung pertumbuhan sektor swasta, sehingga tahun depan saya targetkan mendekati 6% atau lebih. Itu akan menjadi landasan yang lebih kuat untuk kita tumbuh lebih cepat sesuai dengan janji Bapak Presiden," pungkasnya.

Baca Juga: Pendapatan Daerah pada 2025 Menyusut, Kemenkeu Ingatkan PR Berat Daerah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×