Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arus balik Lebaran menuju Jakarta diperkirakan mencapai puncak gelombang kedua pada Sabtu (28/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026), seiring masih adanya sekitar 42% pemudik yang belum kembali.
Lonjakan ini terjadi menjelang dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan sekolah pada Senin (30/3/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian memperketat pengawasan di berbagai titik, mulai dari jalan tol hingga terminal.
Meski Operasi Ketupat 2026 telah berakhir pada 25 Maret, Korlantas Polri tetap menyiagakan personel melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 24 Maret, Ini Jadwal One Way dan Contra Flow di Jalan Tol
Pengamanan difokuskan pada lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memastikan seluruh personel masih bersiaga menghadapi potensi lonjakan arus balik. “Kami semuanya masih berada di lapangan untuk mengamankan arus balik yang dimungkinkan mencapai puncak kedua,” ujarnya.
Dalam menghadapi peningkatan volume kendaraan, Korlantas menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) yang diterapkan secara bertahap dan situasional, terutama di ruas Tol Trans Jawa.
Penerapan kebijakan ini akan mengacu pada indikator jumlah kendaraan di gerbang tol, khususnya Kalikangkung.
Agus menjelaskan, jika volume kendaraan mendekati 4.000 unit, maka one way nasional berpotensi diberlakukan. “Jika indikator di Kalikangkung mendekati 4.000 kendaraan, maka akan diberlakukan one way nasional,” katanya.
Baca Juga: Hindari Puncak Arus Balik 2026, Pemerintah Dorong WFA untuk Urai Kepadatan
Sebaliknya, jika jumlah kendaraan masih berada di kisaran 2.500 hingga 3.800 unit, arus lalu lintas tetap diberlakukan dua arah.
Skema ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari wilayah Semarang Raya, Solo, Yogyakarta, hingga Jawa Timur, termasuk arus dari Jawa Barat dan Trans Sumatra via Bakauheni–Merak.
Setiap penerapan rekayasa lalu lintas akan diawali dengan sosialisasi serta sterilisasi jalur agar pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanan.
Sementara itu, kepadatan juga diprediksi terjadi di moda transportasi darat, khususnya bus. Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, diperkirakan mengalami puncak arus balik kedua pada periode yang sama.
Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain memperkirakan jumlah penumpang pada puncak kedua bisa mencapai 5.000 hingga 6.000 orang. “Diperkirakan akan ada puncak kedua, mungkin bisa mencapai 5.000 atau 6.000 orang,” ujarnya.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Dimulai, Ini Jadwal One way & Contra Flow Jalan Tol
Sebelumnya, puncak arus balik pertama terjadi pada 25 Maret dengan jumlah penumpang mencapai 7.144 orang dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.
Menurut Revi, pola arus balik tahun ini cenderung lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/28/08155451/42-persen-pemudik-belum-kembali-puncak-arus-balik-kedua-diprediksi-mulai?page=all#page2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













