kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Proyeksi sejumlah ekonom terhadap neraca dagang Februari setelah ada wabah corona


Minggu, 15 Maret 2020 / 19:17 WIB
Proyeksi sejumlah ekonom terhadap neraca dagang Februari setelah ada wabah corona
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor melonjak hingga dua digit pada 2020 mendatang. Nilai ekspor pada triwulan III 2019 hanya sebesar 0,02%. Pertumbuhan tersebut


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Dendi Ramdani, Ekonom Bank Mandiri mengatakan, penurunan harga minyak bulan Februari setidaknya akan sedikit membantu neraca perdagangan. Ekonom Bank Mandiri ini memprediksi neraca dagang Februari surplus tipis senilai US$ 126 juta. Alasannya ekspor impor turun lebih dalam ketimbang ekspor.

Kata Dendi, impor turun karena harga minyak koreksi dan juga kebutuhan barang modal dan bahan baku untuk kebutuhan investasi belum meningkat. Sedangkan, ekspor turun lantaran harga crude pal oil (CPO) atau minyak sawit serta batubara turun secara signifikan.

Baca Juga: Tak ingin tertinggal, BPD perkuat sistem pembayaran hadapi era digital

Menurutnya, neraca perdagangan ke depan sangat tergantung dari perkembangan wabah virus corona di Indonesia dan dunia. Jika, virus corona makin merajalela, harga komoditas semakin tertekan, ekspor kembali melemah. 

Sementara harga minyak tidak hanya ditentukan oleh virus corona yang memengaruhi demand, tapi juga kelanjutan konflik AS dengan Timur Tengah. Jadi harga minyak masih bisa naik lagi. “Dalam beberapa bulan selanjutnya neraca dagang akan defisit,” kata Dendi kepada Kontan.co.id, Minggu (15/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×