Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.
Hingga Agustus 2026, total pembangunan JTTS yang ditangani Hutama Karya telah mencapai 1.161 kilometer (km). Dari total tersebut, sepanjang 982 km telah beroperasi penuh dan dimanfaatkan masyarakat.
Pj. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, mengatakan ruas-ruas tol yang telah tersambung dan beroperasi tersebar di berbagai wilayah Sumatera.
"Pembangunan dan pengoperasian ruas-ruas tersebut secara bertahap terus mendorong konektivitas antarwilayah serta efisiensi distribusi logistik di Pulau Sumatera," ujar Hamdani kepada Kompas.com, Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga: WHO: Rokok Bisa Ganggu Kesuburan, Risiko Infertilitas Naik 40%, Ini Respon Kemenkes
Daftar ruas Tol Trans Sumatera yang beroperasi
Sejumlah ruas JTTS yang telah beroperasi dan mendukung konektivitas masyarakat meliputi:
- Tol Medan-Binjai sepanjang 17 km.
- Tol Palembang-Indralaya sepanjang 22 km.
- Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 km.
- Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 132 km.
- Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km.
- Tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 49 km.
- Tol Indrapura-Kisaran sepanjang 48 km.
- Tol Padang-Sicincin sepanjang 36 km.
- Tol Bangkinang-Koto Kampar sepanjang 25 km.
- Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 32 km.
- Tol Binjai-Pangkalan Brandan sepanjang 58 km.
- Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64 km.
- Tol Bengkulu-Taba Penanjung sepanjang 17 km.
- Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 103 km.
- Tol Betung-Jambi sepanjang 52 km.
Khusus Tol Medan-Binjai dan Bakauheni-Terbanggi Besar, pengelolaannya dilakukan oleh Indonesia Investment Authority (INA).
Sementara itu, Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat dikelola oleh badan usaha jalan tol (BUJT) PT Hutama Marga Waskita (Hamawas).
Tonton: Investasi China Masuk, Bangkalan Siapkan Kawasan Industri
JTTS pangkas waktu tempuh dan dukung logistik
Pembangunan JTTS merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk memperkuat konektivitas dan mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Jaringan jalan tol ini menghubungkan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, pelabuhan, hingga kawasan pariwisata di sepanjang Pulau Sumatera.
Kehadiran JTTS diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan serta meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.
Dengan konektivitas yang semakin baik, pelaku usaha dapat memperoleh akses transportasi yang lebih cepat dan efisien. Kondisi tersebut juga berpotensi memperkuat daya saing komoditas daerah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, pembangunan JTTS diarahkan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dan wilayah lain di Indonesia, khususnya Sumatera.
Tonton: Minyak US$108, Pemerintah Pilih Tahan Harga BBM
Tujuan strategis pembangunan Tol Trans Sumatera
Pembangunan JTTS memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain:
1. Memperkuat konektivitas antarwilayah. Jalan tol menghubungkan pusat-pusat ekonomi, kawasan industri, pelabuhan, dan destinasi pariwisata di Sumatera.
2. Meningkatkan efisiensi logistik. Infrastruktur jalan tol membantu mempercepat pergerakan barang, jasa, dan mobilitas masyarakat.
3. Mendorong pemerataan pembangunan. JTTS menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pusat pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.
4. Membuka peluang investasi. Konektivitas yang semakin baik dapat meningkatkan daya tarik kawasan industri dan sentra ekonomi baru.
Tonton: Serangan Pipa Minyak Arab Saudi, Donald Trump: Iran Bertanggung Jawab
Payung hukum pembangunan JTTS
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera diinisiasi sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.
Penugasan kepada Hutama Karya berlandaskan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.
Regulasi tersebut kemudian diperbarui melalui sejumlah ketentuan turunan untuk mendukung pendanaan, penjaminan pemerintah, serta pengoperasian ruas-ruas tol.
Payung hukum tersebut menjadi dasar pemerintah dalam mempercepat pembangunan jaringan jalan tol di Pulau Sumatera.
Tonton: Houthi Kuasai Selat Bab El Mandeb, Jalur Minyak Arab Saudi Makin Terancam
JTTS jadi tulang punggung perekonomian Sumatera
Dengan total pembangunan mencapai 1.161 km hingga Agustus 2026 dan 982 km telah beroperasi, JTTS menjadi salah satu proyek infrastruktur utama dalam memperkuat konektivitas nasional.
Pembangunan jaringan jalan tol tersebut diharapkan dapat membuka akses antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi komoditas dari berbagai sentra produksi di Sumatera.
Bagi pemerintah, kehadiran JTTS juga menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Hutama Karya terus mengembangkan jaringan JTTS secara bertahap guna mendukung konektivitas, efisiensi logistik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sumatera.
Sumber: https://www.kompas.com/properti/read/2026/09/12/212456521/tol-trans-sumatera-tembus-982-km-perjalanan-lintas-provinsi-makin?source=nowtrending_artikel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














